Mahasiswa KKN UBP Karawang Hidupkan Gotong Royong dan Sediakan Tempat Sampah Bambu Terpilah di Desa Mulyajaya
KARAWANG, MediaEkspresi.id — Semangat gotong royong kembali membara di Desa Mulyajaya, Kecamatan Telukjambe Barat, Kabupaten Karawang. Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Buana Perjuangan (UBP) Karawang Tahun 2026 berkolaborasi dengan Pemerintah Desa dan masyarakat setempat menggelar program "Sabtu dan Minggu Bersih" guna menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, sekaligus membangun budaya peduli sampah.
Program yang awalnya dirancang dengan nama "Jumat Bersih" ini disesuaikan pelaksanaannya menjadi akhir pekan setelah melalui proses koordinasi bersama Pemerintah Desa, Ketua RW, dan Ketua RT. Penyesuaian jadwal ini dilakukan agar selaras dengan kebiasaan kerja bakti masyarakat setempat, sehingga dapat memaksimalkan angka partisipasi warga.
Berdasarkan observasi tim KKN, rendahnya keterlibatan masyarakat sebelumnya dipicu oleh kesibukan ekonomi serta menurunnya kesadaran terhadap kebersihan lingkungan. Melalui pemetaan wilayah, kerja bakti di RT 05 dan RT 06 dipusatkan pada hari Sabtu, sedangkan RT 07 memilih hari Minggu agar para pemuda desa dapat terlibat lebih aktif.
Sebelum aksi lapangan dimulai, mahasiswa KKN telah berkoordinasi dengan Ketua RW 03. Disepakati pula bahwa sosialisasi mengenai pengelolaan sampah disampaikan seusai forum Minggon agar seluruh Ketua RT dapat memahami dan mendukung penuh program kerja mahasiswa.
Inovasi Pengelolaan Sampah dan Penanaman Pohon
Rangkaian aksi kebersihan ini dipusatkan di RW 03 untuk kegiatan Sabtu Bersih dan RW 01 untuk Minggu Bersih. Sejak pagi hari, seluruh elemen bergotong royong membersihkan saluran irigasi, memangkas rumput liar, merapikan ruas jalan desa, hingga membersihkan area permukiman warga.
Sebagai sarana inovasi, mahasiswa membuat jaring penyaring sampah yang dipasang pada saluran irigasi. Jaring ini berfungsi menahan sampah yang terbawa aliran air sehingga memudahkan pembersihan berkala, mencegah penyumbatan, serta menjaga kelancaran aliran irigasi.
Tak berhenti di situ, aksi dilanjutkan dengan penanaman pohon di sejumlah titik strategis Desa Mulyajaya. Kegiatan ini ditujukan untuk penghijauan, perbaikan kualitas udara, serta investasi lingkungan jangka panjang bagi generasi mendatang.
Guna mendorong pembiasaan memilah sampah langsung dari sumbernya, mahasiswa KKN UBP Karawang 2026 menghadirkan tempat sampah terpilah (organik dan anorganik) berbahan dasar bambu. Pilihan material bambu dinilai ramah lingkungan, ekonomis, mudah didapat, serta selaras dengan karakteristik wilayah pedesaan. Tempat sampah ini disebar di titik-titik strategis sebagai sarana edukasi publik.
Mendorong Budaya Kebersihan yang Berkelanjutan
Wakil Ketua Kelompok KKN UBP Karawang 2026, Akhdan Subagja, menegaskan bahwa rangkaian kegiatan ini dirancang sebagai langkah awal membangun budaya peduli lingkungan yang berkelanjutan.
"Melalui kegiatan Sabtu dan Minggu Bersih serta penyediaan tempat sampah terpilah, kami ingin mengajak masyarakat untuk melihat bahwa menjaga kebersihan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama. Kami berharap program ini tidak berhenti selama KKN berlangsung, tetapi menjadi kebiasaan yang terus dilaksanakan masyarakat sehingga tercipta Desa Mulyajaya yang lebih bersih, sehat, dan nyaman," ujar Akhdan.
Sinergi antara mahasiswa, Pemerintah Desa Mulyajaya, perangkat wilayah, dan warga ini menjadi bukti nyata bahwa aksi kolektif mampu memberikan dampak positif yang signifikan. Tim KKN UBP Karawang 2026 berharap semangat gotong royong dan budaya memilah sampah ini terus lestari demi mewujudkan Desa Mulyajaya yang bersih, sehat, hijau, dan berkelanjutan.
Reporter: Ahdan
.jpg)
Posting Komentar