Transformasi Green Correctional: Lapas Cipinang Olah Limbah MLP Jadi Produk Bernilai Ekonomi
JAKARTA, mediaekspresi.id – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Cipinang melakukan terobosan dalam pembinaan kemandirian narapidana dengan mengadopsi konsep green correctional. Melalui pengolahan limbah Multilayer Packaging (MLP) berbasis ekonomi sirkular (circular economy), Lapas Cipinang berupaya mencetak Warga Binaan yang produktif sekaligus peduli terhadap kelestarian lingkungan.
Program inovatif ini merupakan hasil kolaborasi antara Lapas Cipinang, Second Chance Foundation, dan PT Sirsak. Fokus utamanya adalah menangani limbah MLP—jenis sampah residu yang dikenal sulit terurai—dan mengubahnya menjadi produk fungsional yang memiliki nilai jual.
Membangun Pola Pikir Berkelanjutan
Kepala Lapas Kelas I Cipinang, Wachid Wibowo, menyatakan bahwa pendekatan ini merupakan bagian dari transformasi sistem pemasyarakatan modern yang adaptif terhadap isu global. Menurutnya, Warga Binaan kini ditempatkan sebagai subjek aktif dalam pelestarian lingkungan.
"Pemasyarakatan hari ini harus mampu menjawab tantangan zaman. Melalui pengolahan limbah ini, kami membekali Warga Binaan dengan keterampilan teknis sekaligus kesadaran lingkungan. Ini bukan sekadar mengelola sampah, tapi membina pola pikir berkelanjutan," ujar Wachid pada Selasa (3/2).
Edukasi dari Hulu ke Hilir
Dalam implementasinya, para Warga Binaan mendapatkan pelatihan intensif mengenai rantai produksi ekonomi sirkular. Kepala Bidang Kegiatan Kerja Lapas Cipinang, Irdiansyah Rana, menjelaskan bahwa proses edukasi dilakukan secara menyeluruh.
"Mereka dilatih mulai dari pemilahan, pembersihan, hingga teknik pengolahan limbah MLP menjadi barang siap pakai. Kami ingin mereka memahami bahwa dengan kreativitas, limbah bukan lagi akhir dari sebuah produk, melainkan awal dari nilai ekonomi baru," jelas Irdiansyah.
Selain aspek teknis, program ini bertujuan menanamkan etos kerja hijau (green work ethic). Salah satu Warga Binaan berinisial DS mengaku mendapatkan perspektif baru selama mengikuti kegiatan ini. "Dulu saya pikir sampah itu beban, sekarang saya sadar sampah punya nilai. Saya ingin menerapkan pola hidup bersih ini saat bebas nanti," ungkapnya.
Mendukung Program Aksi Nasional
Inisiatif green correctional ini selaras dengan 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Tahun 2026. Melalui langkah ini, Lapas Cipinang tidak hanya berfungsi sebagai tempat pembinaan narapidana, tetapi juga menjadi pusat pembelajaran ekonomi sirkular yang berkontribusi nyata pada pengurangan beban sampah nasional.
Diharapkan, produk-produk hasil karya Warga Binaan ini dapat dipasarkan lebih luas, membuktikan bahwa keterbatasan jeruji besi bukan penghalang untuk memberikan kontribusi positif bagi bumi.
• Red/Ragil


Posting Komentar