Baru Seumur Jagung, Proyek Jalan Pasirukem-Langensari Senilai Rp639 Juta Mulai Rusak

Kondisi Jalan Pasirukem-Langensari
KARAWANG, MediaEkspresi.id – Belum genap enam bulan selesai dikerjakan, proyek peningkatan jalan ruas Pasirukem-Langensari di Kecamatan Cilamaya Kulon kini menjadi sorotan. Pasalnya, jalan yang baru rampung pada akhir tahun 2025 tersebut sudah menunjukkan kerusakan serius berupa retakan di sejumlah titik hingga kondisi aspal yang mulai amblas.
Berdasarkan data yang dihimpun, proyek ini dikerjakan oleh CV. CIWULAN BANGKIT dengan nomor kontrak SPK 027.2.026/10.2.01.0033.9.79.ADD1/KPA-JLN/PUPR/2025. Pengerjaan yang dimulai pada 8 September 2025 ini menelan biaya sebesar Rp639.476.535,- yang bersumber dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Karawang tahun anggaran 2025.
Keluhan Masyarakat dan Urgensi Jalan
Kondisi ini memicu kekecewaan mendalam dari masyarakat setempat. Jalan tersebut merupakan akses vital yang menghubungkan warga menuju Kantor Kecamatan Cilamaya Kulon serta menjadi jalur utama pengangkut hasil bumi dari area pesawahan sekitar.
"Kami sangat kecewa. Jalan ini baru dibangun bulan September lalu, tapi sekarang sudah retak-retak dan ada yang amblas. Padahal ini akses penting buat warga ke kantor kecamatan dan petani membawa gabah," ujar A (inisal) warga setempat.
Desakan "Blacklist" dan Tuntutan Perbaikan
Menanggapi kualitas pekerjaan yang dinilai buruk, Ketua Umum LBH Maskar Indonesia, H. Nanang Komarudin, SH., MH., angkat bicara secara tegas. Ia mendesak Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Karawang untuk segera mengambil tindakan terhadap kontraktor pelaksana.
"Kami meminta agar CV. CIWULAN BANGKIT segera di-blacklist dari daftar rekanan pemerintah. Kualitas pekerjaannya sangat merugikan negara dan masyarakat. Kami menuntut adanya perbaikan ulang secara total sesuai spesifikasi," tegas H. Nanang.
Lebih lanjut, ia memperingatkan pihak terkait agar segera merespons keluhan ini sebelum masyarakat mengambil tindakan atau aksi protes lebih lanjut di lapangan.
Hingga berita ini diturunkan, pihak kontraktor maupun dinas terkait belum memberikan keterangan resmi mengenai penyebab kerusakan dini pada jalur tersebut.
• Red

Posting Komentar