Perkuat Karakter, Magister Pendidikan Matematika UNSIKA Integrasikan Nilai Pancawaluya ke Kurikulum 2026
KARAWANG, MediaEkspresi.id – Program Studi Magister Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Singaperbangsa Karawang (UNSIKA) sukses menggelar seminar pendidikan bertajuk "Integrasi Budaya (Pancawaluya) dan TKA (Tes Kemampuan Akademik) dalam Capaian Pembelajaran Matematika" pada Sabtu (25/4/2026).
Acara yang berlangsung di Karawang ini dihadiri oleh puluhan guru matematika dari jenjang SMP, SMA, hingga SMK. Seminar ini menyoroti pentingnya menyelaraskan kecerdasan akademik dengan nilai-nilai luhur budaya lokal dalam menghadapi tantangan Kurikulum 2026.
Matematika sebagai Wahana Karakter: Konsep Pancawaluya
Guru Besar Pendidikan Matematika UPI, Prof. Turmudi, M.Ed., M.Sc., Ph.D., hadir sebagai narasumber utama. Dalam paparannya, ia menegaskan bahwa pembelajaran matematika harus melampaui sekadar hitungan angka dan logika teknis.
Ia memperkenalkan kerangka nilai budaya Sunda, Gapura Pancawaluya, yang kini diintegrasikan ke dalam Kurikulum 2026. Terdapat lima nilai utama yang harus ditanamkan melalui matematika:
• Cageur (Sehat secara jasmani dan rohani)
• Bageur (Berakhlak mulia)
• Bener (Jujur dan berpikir kritis)
• Pinter (Cerdas secara intelektual)
• Singer (Kreatif dan terampil)
"Matematika tidak hanya soal angka dan logika, tetapi juga harus membangun kejujuran dalam proses berpikir, ketekunan, kerja sama, dan tanggung jawab," ujar Prof. Turmudi.
Beliau juga mencontohkan bagaimana persoalan kontekstual seperti jembatan timbang di Karawang dapat dijadikan soal pertidaksamaan linear yang sekaligus menguji moralitas siswa terkait hukum dan suap. Pendekatan ini juga diterapkan pada fenomena lain, seperti riset kadar bakteri di Sungai Citarum hingga analisis pola lantai gedung.
Transformasi TKA: Menuju Berpikir Tingkat Tinggi
Senada dengan hal tersebut, Dr. Yuyun Sri Yuniarti, M.Pd., mengupas tuntas mengenai evolusi Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang kini dipayungi oleh Permendikdasmen No. 8 Tahun 2025.
Menurut Dr. Yuyun, TKA masa kini bukan lagi alat untuk mengukur kemampuan hafalan, melainkan instrumen untuk menguji Higher Order Thinking Skills (HOTS), yang meliputi: Pemahaman konsep yang mendalam, Penalaran logis yang sistematis dan Pemecahan masalah dalam konteks kehidupan nyata.
"Bagaimana kita mempersiapkan murid untuk masa depan yang terus berubah? Apakah proses pembelajaran cukup hanya dengan mengingat dan memahami?" tanya Dr. Yuyun retoris di hadapan para peserta.
Sinergi untuk Pendidik Masa Depan
Kedua narasumber sepakat bahwa integrasi Pancawaluya dan TKA bukanlah dua hal yang bertentangan, melainkan dua sisi dari satu mata uang yang sama. Tujuannya adalah mencetak peserta didik yang tidak hanya kompeten secara akademik (pinter), tetapi juga memiliki integritas moral (bageur dan bener).
Informasi Pendaftaran Magister Pendidikan Matematika UNSIKA
Selaras dengan semangat peningkatan kualitas pendidik, Magister Pendidikan Matematika FKIP UNSIKA kini membuka pendaftaran mahasiswa baru dengan kurikulum berbasis hybrid (daring dan luring).
Jadwal & Biaya Pendaftaran:
• Periode Pendaftaran: 20 April – 19 Juni 2026
• Tes & Wawancara: 20 Juni 2026
• Biaya Alumni UNSIKA: Rp 500.000
• Biaya Non-Alumni: Rp 850.000
Informasi Lebih Lanjut:
• Laman: unsika.link/pmb-mpm-fkip-unsika
• WhatsApp: +62 859 5652 6363
• Situs Resmi: mpm.fkip.unsika.ac.id
• Pri
.jpg)
Posting Komentar