Disdikbud Karawang Soroti Dugaan Pungutan Gebyar PAUD Banyusari: Jangan Bebani Orang Tua!
KARAWANG, MediaEkspresi.id – Pelaksanaan Gebyar Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Kecamatan Banyusari, Kabupaten Karawang, kini tengah menjadi sorotan publik. Kegiatan yang seharusnya menjadi ajang apresiasi kreativitas anak-anak tersebut dikeluhkan oleh sejumlah orang tua murid lantaran adanya dugaan pungutan biaya yang dinilai memberatkan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, setiap siswa yang mengikuti kegiatan tersebut diwajibkan membayar iuran sebesar Rp95.000,00. Kebijakan ini memicu gelombang pro dan kontra, mengingat Gebyar PAUD merupakan agenda rutin tahunan di tingkat kecamatan.
Keluhan Orang Tua Murid
Salah satu orang tua siswa yang meminta identitasnya dirahasiakan mengaku terkejut dengan nominal yang ditentukan oleh pihak panitia. Menurutnya, besaran biaya tersebut cukup membebani, terutama bagi keluarga dengan kondisi ekonomi menengah ke bawah.
"Kami cukup kaget, untuk kegiatan Gebyar PAUD dipungut uang Rp95 ribu per anak. Semestinya biaya bisa ditekan atau difasilitasi oleh pihak terkait agar tidak memberatkan orang tua. Ini kan acara untuk anak-anak," ungkapnya kepada awak media, Sabtu (25/04/2026).
Respon Dinas Pendidikan
Menanggapi hal tersebut, Kepala Seksi (Kasi) PAUD Dinas Pendidikan Pemuda dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Karawang, Cacan, memberikan pernyataan tegas. Ia menekankan bahwa lembaga pendidikan anak usia dini seharusnya menjadi fondasi edukasi yang bersih dan tidak membebani masyarakat dengan pungutan-pungutan yang tidak jelas urgensinya.
"Kami berharap untuk semua kegiatan jangan sampai memberatkan orang tua murid. Pendidikan usia dini harus menjadi contoh atau edukasi awal yang baik. Jangan sampai ada pungutan," tegas Cacan saat dikonfirmasi.
Ia juga menambahkan kekhawatiran mengenai citra dunia pendidikan jika di level usia dini saja sudah dibebani biaya tinggi. "Kalau di pendidikan dini saja sudah ada pungutan, bagaimana nanti saat masuk ke jenjang pendidikan dasar?" imbuhnya.
Tuntutan Transparansi
Hingga berita ini diturunkan, masyarakat dan wali murid mendesak panitia pelaksana di Kecamatan Banyusari untuk memberikan klarifikasi dan rincian penggunaan anggaran secara transparan. Hal ini dilakukan agar kegiatan yang bersifat edukatif tersebut tidak kehilangan maknanya dan tetap dapat diikuti dengan penuh kegembiraan oleh seluruh peserta didik tanpa terkecuali.
Reporter: Dra
.jpg)

Posting Komentar