Tergerus Zaman, Eksistensi Bengkel Becak Kayuh di Pemalang Berada di Ujung Tanduk
PEMALANG, MediaEkspresi.id – Fenomena semakin langkanya bengkel becak kayuh di Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, menjadi cerminan nyata tergerusnya moda transportasi tradisional oleh arus modernisasi perkotaan. Saat ini, keberadaan bengkel spesialis becak gowes tersebut sudah sangat jarang ditemukan, seiring dengan sulitnya regenerasi tenaga ahli yang memiliki keterampilan merakit maupun memperbaiki kendaraan roda tiga tersebut.
Pergeseran gaya hidup masyarakat menjadi faktor utama. Sejak kehadiran angkutan kota yang masif hingga menjamurnya ojek motor berbasis aplikasi (online), popularitas becak tradisional kian meredup. Warga kini cenderung memilih jasa transportasi yang dianggap lebih cepat, praktis, dan ekonomis.
Kesaksian Sang Maestro Terakhir
Di tengah kepungan kemajuan teknologi, sosok Gofur (75) muncul sebagai salah satu mekanik becak terakhir yang masih bertahan di wilayah perkotaan Pemalang. Pria yang telah menggeluti profesi ini selama setengah abad tersebut saban hari mangkal di Jalan Veteran, tepat di samping Bank BPD Jawa Tengah.
"Saya sudah membuka bengkel becak sekitar 50 tahun. Saya sempat merasakan masa kejayaan becak pada era 70-an hingga 80-an," ujar Gofur saat ditemui pada Kamis (12/3/2026).
Gofur mengungkapkan bahwa banyak rekan seprofesinya yang memilih menutup bengkel las dan perbaikan becak mereka karena permintaan jasa yang menurun drastis. Saat ini, ia lebih banyak melayani perbaikan skala kecil guna menyambung hidup.
"Sekarang saya hanya menangani perbaikan ringan saja, seperti rantai lepas atau kendur, menambal ban, atau sekadar memperbaiki bagian bodi becak yang sudah tua," tambahnya dengan nada getir.
Transisi Menuju Era Mesin
Kelangkaan bengkel tradisional ini menandai masa transisi besar dari penggunaan tenaga manusia (dayung) menuju tenaga mesin atau listrik. Lanskap perbengkelan di Pemalang pun mulai berubah; dari yang semula berfokus pada perawatan becak transportasi umum, kini beralih menjadi bengkel modifikasi untuk keperluan becak wisata atau kendaraan hias.
Jika tidak ada langkah pelestarian atau dukungan terhadap para perajin ini, maka keterampilan memperbaiki becak kayuh diprediksi akan benar-benar punah dalam waktu dekat, menyisakan becak hanya sebagai artefak sejarah di jalanan Pemalang.
Reporter: Ragil
.jpg)
Posting Komentar