Perkuat Karakter WBP, Rutan Pemalang Tanamkan Nilai Kebangsaan Lewat Metode Interaktif
PEMALANG, MediaEkspresi.id – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Pemalang terus berkomitmen melakukan transformasi karakter bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Salah satu langkah nyatanya adalah melalui penguatan wawasan kebangsaan dalam sesi pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) yang digelar pada Kamis (12/3/2026).
Kegiatan yang merupakan bagian dari program pembinaan kepribadian ini dirancang untuk memperkokoh pemahaman WBP terhadap Pancasila sebagai fondasi utama dalam kehidupan bermasyarakat.
Metode Belajar yang Humanis dan Menyenangkan
Berbeda dengan metode ceramah konvensional yang cenderung monoton, Rutan Pemalang menerapkan pendekatan Teams Games Tournament (TGT). Dalam metode ini, para warga binaan dibagi ke dalam beberapa kelompok untuk berpartisipasi dalam permainan edukatif yang memicu adrenalin sekaligus kecerdasan.
Pantauan di lokasi menunjukkan antusiasme peserta saat mereka berlomba menempelkan berbagai contoh perilaku harian ke dalam kolom sila Pancasila yang tepat pada papan tulis. Metode ini tidak hanya menguji pemahaman teori, tetapi juga melatih:
• Kerja sama tim antarwarga binaan.
• Sportivitas dalam kompetisi yang sehat.
• Kejujuran dalam mengklasifikasikan nilai-nilai moral.
Bekal Reintegrasi Sosial
Kasubsi Pelayanan Tahanan, Akbar Priambodo, menjelaskan bahwa internalisasi nilai kebangsaan ini adalah modal krusial bagi WBP sebelum nantinya mereka menghirup udara bebas dan kembali ke masyarakat.
"Pembelajaran ini kami selenggarakan sebagai upaya memberikan bekal pengetahuan agar mereka mampu menjadikan Pancasila sebagai landasan bersikap. Kami ingin saat kembali ke masyarakat nanti, mereka menjadi pribadi yang taat hukum dan berkontribusi positif," ujar Akbar.
Melalui pendekatan yang interaktif dan partisipatif ini, Rutan Kelas IIB Pemalang berharap proses pembinaan tidak lagi dianggap sebagai beban, melainkan sebuah kebutuhan untuk memperbaiki diri. Dengan karakter yang kuat dan jiwa nasionalisme yang tinggi, para warga binaan diharapkan dapat memutus rantai perilaku negatif dan menjadi agen perubahan di lingkungan mereka masing-masing.
Reporter: Ragil
.jpg)

Posting Komentar