Karawang Lumbung Pangan, Petani Cilamaya Kulon Keluhkan Harga Gabah yang Rendah

Ilustrasi
KARAWANG, mediaekspresi.id – Sejumlah petani di Desa Bayur Kidul, Kecamatan Cilamaya Kulon, Kabupaten Karawang, mengeluhkan fluktuasi harga gabah yang dinilai belum berpihak pada kesejahteraan produsen pangan. Meski Karawang menyandang status sebagai lumbung pangan nasional, harga di tingkat petani saat ini dianggap masih jauh dari harapan.
Berdasarkan pantauan di lapangan pada Rabu (28/1), harga gabah standar di tingkat petani tertahan di angka Rp6.000 per kilogram. Para petani menilai harga tersebut belum ideal jika dibandingkan dengan biaya operasional yang terus meningkat.
Kesenjangan Harga dan Peran Bulog
Menurut salah satu petani setempat O (inisial), terdapat selisih harga yang cukup signifikan jika dibandingkan dengan skema penyerapan ideal. Jika penyerapan oleh Badan Urusan Logistik (Bulog) berjalan optimal dan merata, harga gabah diharapkan mampu menyentuh angka Rp6.500 per kilogram.
"Kami berharap ada harga yang lebih memihak kepada petani. Mengingat Karawang adalah lumbung pangan nasional, sangat ironis jika petani justru diberi harga yang kurang menguntungkan," ujar salah satu petani di Desa Bayur Kidul saat ditemui, Rabu (28/1).
Tantangan Logistik di Lapangan
Dalam praktiknya, proses transaksi gabah seringkali dilakukan secara langsung di lokasi rumah petani. Meski metode ini memudahkan dari sisi logistik karena petani tidak perlu menanggung biaya angkut tambahan, namun harga yang dipatok pembeli seringkali berada di bawah ekspektasi keuntungan maksimal.
Kondisi ini memicu harapan besar agar pemerintah, baik di tingkat daerah maupun pusat, segera melakukan intervensi nyata. Petani mendesak adanya:
• Standardisasi harga yang lebih tegas di tingkat lapangan.
• Optimalisasi peran Bulog dalam menyerap hasil panen secara langsung.
• Pengawasan rantai distribusi agar marjin keuntungan tidak hanya dinikmati oleh tengkulak atau pasar.
Menjaga Ketahanan Pangan
Hingga berita ini diturunkan, para petani di wilayah Cilamaya Kulon berharap adanya peninjauan kembali terhadap kebijakan harga gabah di lapangan. Hal ini dinilai krusial guna menjaga motivasi petani dalam memproduksi padi, sekaligus memperkuat status Karawang sebagai penyangga ketahanan pangan nasional yang berkelanjutan.
• Red
Posting Komentar