Sikapi Isu Beras Oplosan, Bulog Lombok Timur Dukung Proses Hukum dan Perketat Pengawasan
LOMBOK TIMUR, MediaEkspresi.id – Perum Bulog Cabang Lombok Timur menegaskan komitmennya terhadap keterbukaan informasi dan penegakan hukum terkait mencuatnya dugaan kasus penyimpangan atau pengoplosan beras yang melibatkan oknum mitra kerja mereka.
Kasus yang bergulir sejak akhir tahun 2025 tersebut saat ini tengah dalam penanganan intensif oleh aparat kepolisian di Polres Lombok Timur.
Pimpinan Cabang (Pinca) Perum Bulog Lombok Timur menyatakan bahwa pihaknya mendukung penuh jalannya proses penyelidikan dan siap bersikap kooperatif dengan aparat penegak hukum (APH).
"Bulog sangat menghormati dan mendukung sepenuhnya langkah penegakan hukum yang dijalankan aparat. Kami bersifat kooperatif dan siap menyerahkan data apa saja yang diperlukan. Di saat yang sama, kami juga melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengawasan internal perusahaan," tegas Pinca Bulog Lombok Timur kepada Mediaekspresi.id.
Sanksi Tegas dan Evaluasi Internal
Sebagai langkah preventif ke depan, Manajemen Bulog Lombok Timur kini tengah memperbaiki dan memperketat sistem pengawasan internal gun mencegah terjadinya pelanggaran serupa di masa mendatang.
Pihak manajemen juga memberikan peringatan keras terkait integritas institusi. Jika dalam proses pengembangan penyelidikan nanti ditemukan adanya keterlibatan oknum dari internal pegawai Bulog, perusahaan memastikan akan menjatuhkan sanksi pemecatan atau tindakan disiplin berat sesuai aturan yang berlaku di Indonesia.
Gandeng Masyarakat dan Organisasi Pemuda
Tak hanya mengandalkan pengawasan dari dalam, Bulog Lombok Timur juga mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk organisasi kepemudaan, untuk ikut andil menjadi pengawas di lapangan.
Masyarakat diimbau untuk tidak ragu melaporkan secara terbuka apabila menemukan indikasi kecurangan atau penyimpangan dalam penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) maupun program layanan Bulog lainnya. Langkah kolaboratif ini diharapkan dapat menjaga transparansi dan memastikan ketersediaan pangan pokok tetap tepat sasaran bagi masyarakat Lombok Timur.
Reporter: Sanusi
.jpg)
Posting Komentar