Pemasangan Kabel MyRepublic di Tajursindang Tuai Sorotan, Transparansi Kegiatan Dipertanyakan
PURWAKARTA, MediaEkspresi.id – Kegiatan pemasangan kabel jaringan internet milik MyRepublic di wilayah Desa Tajursindang, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Purwakarta, menuai sorotan dari awak media. Hal ini dipicu oleh kurangnya transparansi serta sikap tidak kooperatif dari pihak pelaksana lapangan saat dikonfirmasi, Kamis (4/6/2026).
Persoalan ini bermula saat salah satu jurnalis media online berinisial RM melakukan pemantauan di lokasi pekerjaan. Saat mencoba menggali informasi terkait legalitas dan izin pemasangan kabel tersebut, RM justru mendapat respons yang dinilai kurang patut dari pekerja di lapangan.
Dugaan Sikap Tidak Kooperatif
Saat dikonfirmasi, salah satu pekerja menghubungi Koordinator Lapangan (Korlap) bernama Rendi melalui sambungan telepon. Alih-alih memberikan penjelasan mendetail, Rendi justru memberikan pernyataan yang kontroversial kepada awak media.
"Kegiatan tersebut tidak ada urusan dengan wartawan," ujar Rendi melalui telepon selulernya sebagaimana ditirukan oleh pekerja di lokasi.
Sikap tertutup ini memicu tanda tanya besar terkait keterbukaan informasi publik. Mengingat pembangunan infrastruktur jaringan menggunakan ruang publik dan berdampak pada lingkungan sekitar, masyarakat dan media berhak mengetahui legalitas pengerjaan tersebut.
Fungsi Kontrol Sosial Media
Sesuai dengan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, media memiliki fungsi kontrol sosial serta hak untuk mencari, memperoleh, dan menyampaikan informasi kepada masyarakat. Sikap resisten dari pihak pelaksana dinilai dapat menimbulkan persepsi negatif dan kecurigaan adanya prosedur yang tidak ditempuh secara benar.
Selain masalah transparansi, beberapa pihak di lapangan juga mempertanyakan: Kelengkapan perizinan pengerjaan jaringan, Koordinasi dengan pemerintah desa setempat dan warga terdampak, dan Standar Keselamatan kerja di area publik.
Harapan Masyarakat
AP, salah seorang warga setempat, berharap setiap proyek telekomunikasi yang masuk ke desa dapat dilakukan secara transparan. "Kami berharap pelaksana mematuhi peraturan yang berlaku dan memperhatikan keselamatan pekerja serta warga, agar tercipta hubungan baik antara perusahaan, pemerintah, dan masyarakat," ungkapnya.
Hingga berita ini ditayangkan, pihak vendor maupun manajemen MyRepublic belum memberikan keterangan resmi terkait proyek penarikan kabel di Desa Tajursindang maupun tanggapan atas sikap kurang kooperatif personelnya di lapangan. Redaksi masih berupaya melakukan konfirmasi lebih lanjut guna mendapatkan keberimbangan informasi.
Reporter: Al/Tim
.jpg)
Posting Komentar