Ipelmasra Nyatakan Sikap Soal Investasi Rp200 Triliun di Nagan Raya: Dukung Pembangunan, Tolak Rakyat Jadi Penonton
BANDA ACEH, MediaEkspresi.id – Ikatan Pelajar Mahasiswa Nagan Raya (IPELMASRA) secara resmi menyatakan sikap terkait rencana investasi berskala besar senilai Rp200 triliun yang akan masuk ke Kabupaten Nagan Raya. Pernyataan tersebut ditegaskan oleh Ketua Umum IPELMASRA, M. Irsal Muntazal, dalam Forum Publik bertajuk "Mahasiswa Bertanya, Bupati Menjawab" yang berlangsung di Moorden Coffee, Banda Aceh, Minggu (7/6/2026).
Kegiatan strategis ini dihadiri langsung oleh Bupati Nagan Raya Dr. TR. Keumangan, S.H., M.H., Ketua DPRK Nagan Raya M. Rizki Ramadhan, serta Ketua Komisi III DPRK Nagan Raya Zulkarnain, S.H.
Dalam forum tersebut, Irsal menegaskan bahwa mahasiswa dan masyarakat Nagan Raya pada prinsipnya mendukung penuh program pembangunan serta masuknya investasi ke daerah. Kendati demikian, ia memberikan catatan kritis bahwa investasi yang masuk harus memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat setempat, bukan justru mengeksploitasi daerah.
"Kami tidak anti-investasi dan tidak anti-pembangunan. Yang kami tuntut adalah jaminan bahwa masyarakat Nagan Raya tidak hanya menjadi penonton di tanah kelahirannya sendiri. Investasi sebesar ini harus menjadi instrumen kemakmuran rakyat, bukan sekadar angka fantastis yang menguntungkan segelintir pihak," ujar Irsal.
Momentum Kebangkitan Ekonomi dan Tiga Pilar Utama
Menurut Irsal, rencana investasi senilai Rp200 triliun ini harus menjadi momentum kebangkitan ekonomi daerah sekaligus solusi atas berbagai tantangan pembangunan yang dihadapi Aceh, khususnya Nagan Raya. Ia menilai, keberhasilan proyek besar ini wajib ditopang oleh tiga pilar utama, yaitu: Ekonomi, Sinergi dan Peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM)
Lebih lanjut, Irsal menjelaskan bahwa integrasi berbagai sektor strategis—seperti pertambangan, pelabuhan, bandara, dan industri pengolahan—harus mampu menciptakan efek berganda (multiplier effect) yang dirasakan langsung oleh masyarakat bawah. Ia kemudian mengambil contoh objektif dari dinamika industri di Morowali.
"Kita harus belajar secara objektif dari Morowali. Di sana, meski ada dinamika sosial dan lingkungan yang perlu terus dibenahi, ekonomi masyarakat bawah bergerak dan tumbuh. Warung-warung hidup, usaha kontrakan berkembang, bengkel lokal mendapatkan manfaat ekonomi," ungkapnya.
Ia mengingatkan agar daerah tidak menutup diri dari kemajuan secara tidak logis. "Kita harus kritis, tetapi juga harus logis. Jika daerah terus menutup diri terhadap investasi yang sehat dan terukur, Nagan Raya akan terus terjebak dalam lingkaran pengangguran dan kemiskinan," tambahnya.
Ajukan Rekomendasi Strategis untuk Pemerintah Daerah
Sebagai prasyarat agar investasi tersebut benar-benar berpihak kepada masyarakat, Ketua Umum Ipelmasra menyerahkan sejumlah aspirasi dan rekomendasi strategis kepada Bupati Nagan Raya. Poin-poin tuntutan tersebut meliputi:
• Prioritas Tenaga Kerja Lokal: Menempatkan warga lokal sebagai pekerja utama.
• Keterlibatan UMKM: Melibatkan aktif UMKM daerah dalam rantai pasok industri.
• Peningkatan Mutu SDM: Menyediakan pelatihan dan sertifikasi bagi masyarakat.
• Transparansi Tata Kelola: Keterbukaan penuh dalam tata kelola investasi.
• Perlindungan Lingkungan: Perlindungan total terhadap lingkungan hidup dan hutan adat.
Infrastruktur dan Fasilitas Publik: Percepatan pembangunan infrastruktur, peningkatan pelayanan kesehatan, serta peningkatan mutu dan fasilitas pendidikan melalui alokasi CSR Utama.
Seluruh poin ini, menurut Irsal, merupakan komitmen mahasiswa untuk mengawal agar pertumbuhan ekonomi, keberlanjutan lingkungan, dan keadilan sosial berjalan secara seimbang.
Siap Mengawal secara Konstitusional
Di akhir penyampaiannya, Irsal memberikan pesan tegas sekaligus terbuka kepada Pemerintah Kabupaten Nagan Raya mengenai komitmen keberpihakan kepada rakyat. Mahasiswa dipastikan akan berada di garis depan jika investasi ini melenceng dari komitmen awal.
"Apabila investasi Rp200 triliun ini hanya menjadi dokumen indah di atas kertas sementara rakyat dikorbankan, maka kami akan menjadi pihak pertama yang berdiri di garis depan untuk memimpin kritik dan perlawanan secara konstitusional," tegas Irsal.
Namun, ia juga menyatakan dukungan penuh jika pemerintah daerah konsisten mengawal kemakmuran rakyat melalui investasi ini.
"Sebaliknya, apabila Bapak Bupati berkomitmen penuh untuk memastikan investasi ini menghadirkan kemakmuran rakyat, membuka lapangan kerja, meningkatkan kualitas pendidikan dan kesehatan, serta menjadikan masyarakat sebagai pelaku utama pembangunan, maka satu kalimat dari kami: Dinda Suka, Bupati Punya Gaya," pungkasnya.
Reporter: Sofyan
.jpg)
Posting Komentar