Telusuri
24 C
id
  • Home
  • Peristiwa
  • Pedidikan
  • Hiburan
    • All
    • Gaya Hidup
    • Media Sosial
    • Selebritas
    • Kesehatan
  • Teknologi
    • Video
MEDIA EKSPRESI
Telusuri
MEDIA EKSPRESI
Buy template blogger
Beranda Infrastruktur Dinilai Asal-asalan Seperti 'Kue Geplak', Proyek Irigasi SS Kali Butek Senilai Rp43 Miliar Disorot Warga
Infrastruktur

Dinilai Asal-asalan Seperti 'Kue Geplak', Proyek Irigasi SS Kali Butek Senilai Rp43 Miliar Disorot Warga

MEDIA EKSPRESI
MEDIA EKSPRESI
21 Jun, 2026 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

Foto Kijaga Kali

BEKASI, MediaEkspresi.id
— Proyek Rehabilitasi Jaringan Irigasi SS Kali Butek yang melintasi empat desa di Kecamatan Sukakarya, Kabupaten Bekasi, menuai sorotan tajam dari masyarakat. Pengerjaan proyek yang menelan anggaran puluhan miliar rupiah tersebut dinilai tidak maksimal dan diduga mengabaikan standar kualitas konstruksi.

Proyek infrastruktur ini membentang dari Kampung Pulo Glatik di Desa Sukaindah, hingga melintasi Desa Sindang Sari, Desa Sindang Jaya, dan Desa Jaya Bakti. Berdasarkan data yang dihimpun, proyek kedeputian Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum ini mengantongi nomor kontrak HK0201/B/Bbws5.10.2/2026/01 dengan nilai anggaran fantastis mencapai Rp43.058.448.000,00, yang dikerjakan oleh kontraktor pelaksana PT Tirta Indo Karya.

Kualitas Material Dipertanyakan

Pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT) pada jaringan irigasi ini memicu perbincangan hangat di kalangan warga sekitar. Masyarakat mulai mempertanyakan transparansi, kualitas material, hingga proses pengerjaan di lapangan yang menggunakan dana pemerintah tersebut.

Samanhudi, seorang warga yang akrab disapa "Kijaga Kali", melayangkan kritik keras terkait teknis pencampuran material semen dan pasir yang terkesan asal-asalan. Menurutnya, tekstur hasil adukan semen di lokasi proyek sangat rapuh dan tidak menyatu dengan baik.

"Semennya harus ditambah lagi, karena kondisi pasirnya jelek. Semennya harus ditambah, ini tidak menyatu, empuk kaya kue geplak. Ditambah atau semennya diganti," ujar Samanhudi saat memberikan keterangan pada Minggu (21/6/2026).

Ia menegaskan, pembangunan TPT memiliki fungsi vital sebagai penahan tanah sekaligus pelindung badan jalan dari ancaman longsor maupun gerusan air, terutama saat musim penghujan tiba. Jika kualitas pekerjaan terbukti tidak sesuai standar teknis konstruksi, warga khawatir bangunan tersebut tidak akan bertahan lama dan berpotensi mengalami kerusakan dini.

Desakan Pengawasan Ketat

Masyarakat berharap pihak pelaksana proyek tidak hanya fokus mengejar target waktu penyelesaian (deadline), melainkan harus tetap mengutamakan kualitas mutu bangunan. Selain itu, warga mendesak adanya pengawasan yang lebih ketat dari instansi terkait agar setiap tahapan pekerjaan benar-benar berjalan sesuai perencanaan dan regulasi konstruksi yang berlaku.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak kontraktor maupun instansi terkait mengenai keluhan warga atas kondisi pengerjaan proyek TPT yang dinilai kurang maksimal tersebut.


Reporter: Saimbar

Via Infrastruktur
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar


Stay Conneted

twitter Follow
instagram Follow
pinterest Follow

Featured Post

Diduga Abaikan K3, Proyek Rehabilitasi Ruang Kelas Baru MTsN 1 Purwakarta Disorot

MEDIA EKSPRESI- 14.48.00 0
Diduga Abaikan K3, Proyek Rehabilitasi Ruang Kelas Baru MTsN 1 Purwakarta Disorot
PURWAKARTA, MediaEkspresi.id – Pelaksanaan proyek pembangunan dan rehabilitasi ruang kelas baru (RKB) di MTsN 1 Kabupaten Purwakarta, Kelurahan Purwamekar, Ke…

Most Popular

Aroma Kejanggalan Proyek Swakelola Miliaran Rupiah di Cilamaya Kulon: Pekerja Lokal "Gigit Jari", Buruh Asal Purwakarta Didatangkan

Aroma Kejanggalan Proyek Swakelola Miliaran Rupiah di Cilamaya Kulon: Pekerja Lokal "Gigit Jari", Buruh Asal Purwakarta Didatangkan

13.59.00
Dikritik Soal Pekerja Lokal, Proyek Revitalisasi SDN di Cilamaya Kulon Malah Sewa Pengacara, Pengamat: Salah Kaprah!

Dikritik Soal Pekerja Lokal, Proyek Revitalisasi SDN di Cilamaya Kulon Malah Sewa Pengacara, Pengamat: Salah Kaprah!

12.24.00
Kontras PLTGU Jawa-1: Pemasok Listrik Jawa-Bali, tetapi Warga Sekitar Gelap Gulita

Kontras PLTGU Jawa-1: Pemasok Listrik Jawa-Bali, tetapi Warga Sekitar Gelap Gulita

19.06.00

Recent Comments

Viral Sepekan

Aroma Kejanggalan Proyek Swakelola Miliaran Rupiah di Cilamaya Kulon: Pekerja Lokal "Gigit Jari", Buruh Asal Purwakarta Didatangkan

Aroma Kejanggalan Proyek Swakelola Miliaran Rupiah di Cilamaya Kulon: Pekerja Lokal "Gigit Jari", Buruh Asal Purwakarta Didatangkan

13.59.00
Dikritik Soal Pekerja Lokal, Proyek Revitalisasi SDN di Cilamaya Kulon Malah Sewa Pengacara, Pengamat: Salah Kaprah!

Dikritik Soal Pekerja Lokal, Proyek Revitalisasi SDN di Cilamaya Kulon Malah Sewa Pengacara, Pengamat: Salah Kaprah!

12.24.00
Kontras PLTGU Jawa-1: Pemasok Listrik Jawa-Bali, tetapi Warga Sekitar Gelap Gulita

Kontras PLTGU Jawa-1: Pemasok Listrik Jawa-Bali, tetapi Warga Sekitar Gelap Gulita

19.06.00

Berita Terpopuler

Dinilai Diskriminatif, Alokasi Dana Hibah Lombok Tengah 2026 Menuai Protes Keras Puluhan Ormas

Dinilai Diskriminatif, Alokasi Dana Hibah Lombok Tengah 2026 Menuai Protes Keras Puluhan Ormas

11.23.00
Merawat Jati Diri Bangsa: IPSI Lampung Gelar Latihan Gabungan Pencak Silat Tradisi di Situs Bersejarah

Merawat Jati Diri Bangsa: IPSI Lampung Gelar Latihan Gabungan Pencak Silat Tradisi di Situs Bersejarah

09.22.00
Transformasi Green Correctional: Lapas Cipinang Olah Limbah MLP Jadi Produk Bernilai Ekonomi

Transformasi Green Correctional: Lapas Cipinang Olah Limbah MLP Jadi Produk Bernilai Ekonomi

11.36.00

Halaman

  • Beranda
  • Redaksi
  • Disclaimer Mediaekspresi.id
  • Pedoman Media Siber
MEDIA EKSPRESI

Mediaekspresi.id

Mediaekspresi.id menyajikan berita terkini, aktual dan terpercaya sebagai referensi informasi lokal dan nasional.

Kontak: redaksi.mediaekspresi@gmail.com

Follow Us

© mediaekspresi by Mustafid
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Advertisement
  • Redaksi