Kontras PLTGU Jawa-1: Pemasok Listrik Jawa-Bali, tetapi Warga Sekitar Gelap Gulita
![]() |
| Ilustrasi |
KARAWANG, MediaEkspresi.id — Ironi tengah menyelimuti warga Kecamatan Cilamaya Wetan, Kabupaten Karawang. Di tengah berdirinya tembok megah Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) yang diklaim sebagai salah satu proyek pembangkit listrik terbesar di Asia Tenggara, masyarakat sekitar justru harus merana akibat pemadaman listrik bergilir dalam beberapa hari terakhir.
Pemadaman ini berdampak luas pada aktivitas sehari-hari warga, terutama di wilayah Desa Cilamaya dan Desa Mekarmaya. Keluhan dan kekecewaan mendalam pun bermunculan dari masyarakat setempat yang merasa wilayahnya dianaktirikan.
Protes Keras Pemuda Setempat
Menanggapi situasi tersebut, salah satu pemuda Desa Mekarmaya, Priatna yang akrab disapa Bang Pri—menyampaikan protes kerasnya. Ia menilai kondisi ini sebagai kontradiksi nyata yang mencederai rasa keadilan masyarakat lokal.
"Ini sebuah ironi yang luar biasa. Di wilayah kami berdiri pembangkit listrik raksasa penyuplai Jawa-Bali, tetapi kami sebagai warga lokal justru yang harus mengalami gelap gulita akibat pemadaman bergilir," ujar Priatna dengan nada kecewa.
Priatna juga menggarisbawahi bahwa PLTGU Jawa-1 Power merupakan Objek Vital Nasional (Obvitnas). Oleh karena itu, ia mendesak Perusahaan Listrik Negara (PLN) untuk memberikan perhatian khusus agar wilayah dua desa yang bersentuhan langsung—yakni Desa Cilamaya dan Desa Mekarmaya—diprioritaskan bebas dari pemadaman bergilir.
Langkah ini dinilai penting guna mencegah potensi tindakan kejahatan yang dapat mengganggu stabilitas dan keamanan di sekitar area objek vital tersebut.
Desak Solusi Konkret dari PLN dan Pengelola
Lebih lanjut, Priatna menegaskan bahwa masyarakat tidak membutuhkan sekadar janji atau alasan teknis. Ia mendesak pihak terkait, baik pengelola pembangkit maupun PLN, untuk segera mengambil langkah nyata.
"Kami bereaksi tegas dan meminta solusi konkret yang cepat. Jangan biarkan masyarakat sekitar hanya mendapatkan imbasnya saja, sementara pasokan listriknya dialirkan ke tempat lain," tambahnya.
Kontras dengan Profil Mentereng PLTGU Jawa-1 Power
Keluhan warga ini berbanding terbalik dengan profil mentereng PLTGU Jawa-1. Fasilitas mutakhir yang berlokasi di Cilamaya, Karawang, Jawa Barat ini diketahui memiliki kapasitas raksasa sebesar 1.760 MW.
Pembangkit ini menggunakan teknologi Combined Cycle Gas Turbine (CCGT) generasi terbaru yang sangat efisien, yang dirancang khusus untuk memperkuat keandalan sistem kelistrikan di wilayah Jawa dan Bali. Namun, efisiensi dan kemegahan teknologi tersebut dinilai belum menyentuh kebutuhan mendasar masyarakat yang hidup di bayang-bayang tembok pembatasnya.
Hingga berita ini diturunkan, warga berharap adanya koordinasi cepat antara pemerintah daerah, pihak manajemen PLTGU Jawa-1 Power, dan PLN untuk segera menormalisasi pasokan listrik dan memastikan kejadian serupa tidak terulang kembali di masa mendatang.
• Red
.jpg)
Posting Komentar