Rehab Gedung Diskanak Purwakarta Disorot, AWPI Pertanyakan Urgensi Anggaran Rp84 Juta
PURWAKARTA, MediaEkspresi.id – Proyek rehabilitasi gedung Dinas Perikanan dan Peternakan (Diskanak) Kabupaten Purwakarta yang dilaksanakan oleh CV Ridwan Perkasa menuai kritik tajam. Ketua Asosiasi Wartawan Profesional Indonesia (AWPI) Kabupaten Purwakarta, Ramaldi, menyoroti kesesuaian antara nilai anggaran dengan hasil pekerjaan di lapangan.
Berdasarkan data yang dihimpun, proyek tersebut berjalan dengan Nomor SPK: 02/SPK/Rehab Gedung Diskanak/IV/2026, menggunakan sumber dana APBD Kabupaten Purwakarta tahun anggaran 2026 senilai Rp84.648.410,-.
Dugaan Mark-Up dan Efektivitas Anggaran
Ketua AWPI Kabupaten Purwakarta, Ramaldi, menyatakan keraguannya terhadap rincian satuan harga yang digunakan dalam proyek tersebut. Menurut pantauannya pada Rabu (13/5/2026), pekerjaan yang meliputi pengecatan dan perbaikan pagar tersebut dianggap tidak sebanding dengan nilai kontrak yang mencapai puluhan juta rupiah.
"Kami mempertanyakan rincian harga satuannya. Jika dilihat dari material cat dan jasa perbaikan pagar, kami menduga ada potensi penggelembungan dana (mark-up). Ini uang rakyat, harus ada transparansi dalam penggunaannya," ujar Ramaldi dalam keterangannya kepada awak media.
Ia menekankan bahwa hasil pengerjaan harus memiliki daya tahan jangka panjang. Ramaldi memperingatkan agar proyek ini tidak hanya sekadar "polesan" estetika sementara yang cepat rusak dalam hitungan bulan.
Desak Audit Transparansi
Lebih lanjut, AWPI mendesak instansi terkait untuk segera melakukan audit terhadap kontraktor pemenang proyek guna memastikan tidak adanya penyimpangan anggaran. Meskipun ia mengapresiasi upaya pemeliharaan aset daerah, namun asas manfaat harus tetap menjadi prioritas utama.
"Jangan sampai anggaran besar hanya menghasilkan perubahan yang minimalis. Setiap rupiah dari pajak rakyat harus bisa dipertanggungjawabkan manfaatnya secara nyata," tegasnya.
Harapan Klarifikasi Publik
Ramaldi juga menyarankan agar Pemerintah Daerah lebih terbuka mengenai Papan Informasi Proyek yang mencakup volume pekerjaan secara detail. Hal ini dinilai penting untuk menghindari misinformasi dan kecurigaan di tengah masyarakat.
Hingga berita ini ditayangkan, pihak AWPI berharap adanya klarifikasi resmi dari dinas terkait maupun kontraktor mengenai spesifikasi material yang digunakan. Penjelasan teknis tersebut diharapkan mampu menjawab keraguan publik terkait nilai proyek yang dinilai fantastis untuk skala rehabilitasi tersebut.
Reporter: AS/Tim
.jpg)
Posting Komentar