Krisis Solar di Muaragembong: Nelayan Terancam Terpuruk dalam Kemiskinan
.jpg)
Ilustrasi
BEKASI, MediaEkspresi.id – Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar di wilayah Kabupaten Bekasi mulai menunjukkan dampak mengkhawatirkan. Di Desa Pantai Bahagia, Kecamatan Muaragembong, krisis bahan bakar ini mengancam stabilitas ekonomi warga dan berpotensi memperburuk tingkat kemiskinan ekstrem di wilayah pesisir tersebut.
Bagi mayoritas penduduk yang menggantungkan hidup dari hasil laut, solar adalah denyut nadi perekonomian. Tanpa pasokan yang pasti, ratusan nelayan terpaksa menyandarkan perahu mereka dan kehilangan mata pencaharian harian.
Harga Melambung, Pasokan Menipis
Ketua Koperasi Bendera Usaha Mandiri sekaligus nelayan setempat, Rasim, mengungkapkan bahwa kondisi di lapangan sudah sangat mendesak. Selain barang yang sulit didapat, harga solar di tingkat pengecer kini melonjak tajam melampaui harga normal.
"Keluhan utama nelayan saat ini adalah kelangkaan solar dan harganya yang melambung tinggi," ujar Rasim melalui pesan singkat pada Minggu (3/5/2026).
Rasim menjelaskan, rata-rata satu perahu membutuhkan sedikitnya 30 hingga 40 liter solar untuk sekali melaut. Secara keseluruhan, kebutuhan bahan bakar untuk komunitas nelayan di wilayahnya mencapai angka yang cukup besar.
"Di tempat kami, kebutuhan solar per hari bisa mencapai 3.000 liter. Jika pasokan tersendat, bisa dibayangkan berapa banyak nelayan yang tidak bisa bekerja," tambahnya.
Desakan Kepada Pemerintah
Krisis ini menciptakan efek domino bagi kesejahteraan masyarakat Pantai Bahagia. Rasim menekankan bahwa solar bukan sekadar komoditas, melainkan alat produksi utama bagi nelayan kecil untuk bertahan hidup.
Para nelayan berharap Pemerintah Kabupaten Bekasi maupun pihak terkait segera turun tangan melakukan intervensi, baik melalui operasi pasar maupun penambahan kuota distribusi BBM bersubsidi khusus nelayan.
"Harapan kami, mohon perhatian dari pemerintah untuk kami nelayan kecil. Kami butuh kepastian pasokan solar agar bisa melaut dengan normal dan mencukupi kebutuhan sehari-hari keluarga," pungkas Rasim.
Hingga berita ini diturunkan, masyarakat nelayan di Muaragembong masih menunggu langkah konkret dari pemerintah agar roda ekonomi di pesisir Bekasi tidak berhenti total.
Reporter: Saimbar
Benar sekali, kami nelayan kesulitan mendapatkan bbm untuk melaut., sudah beberapa hari ini kami tidak melaut. Keberadaan solar yg ada pun harga nya melambung tinggi.
BalasHapusTolong pemerintah bisa memberikan kemudahan akses bbm dengan didirikan SPBUN atau dlm program KAMPUNG NELAYAN MERAH PUTIH agar kami dapat mengakses kebutuhan bbm untuk melaut dan mencari nafkah keluarga. Tolong untuk pemerintah agar memperhatikan kami nelayan kecil ini.