Kisruh Bupati vs Wabup Purwakarta Picu Kekecewaan Publik, AWPI: Stop Saling Serang, Urus Rakyat!

Ramaldi : Ketua Asosiasi Wartawan Profesional Indonesia Purwakarta
PURWAKARTA, MediaEkspresi.id – Konflik terbuka yang melibatkan Bupati dan Wakil Bupati Purwakarta menuai sorotan tajam dari berbagai pihak. Gesekan internal di jajaran pimpinan di ruang publik, hingga dinilai memicu kekecewaan masyarakat akibat terabaikannya program pelayanan dan pembangunan daerah.
Merespons situasi tersebut, Ketua Asosiasi Wartawan Profesional Indonesia (AWPI) Kabupaten Purwakarta, Ramaldi, menyampaikan kritik keras. Ia menilai ketegangan di puncak pemerintahan daerah telah mencederai kepercayaan yang diberikan oleh masyarakat.
"Rakyat memilih pemimpin untuk bekerja, bukan untuk bertengkar di depan umum. Kekisruhan ini sudah keterlaluan. Kalau hanya sibuk saling serang, lebih baik mundur dan berikan kesempatan kepada pihak yang mau bekerja," ujar Ramaldi saat memberikan keterangan kepada media, Selasa (26/5/2026).
Ramaldi menambahkan, dinamika politik yang tidak produktif ini membuat masyarakat jenuh. Menurutnya, warga Purwakarta saat ini membutuhkan kepastian realisasi program kerja, bukan polemik politik yang berkepanjangan.
Ia juga mendesak kedua pimpinan daerah untuk segera menurunkan ego sektoral, menghentikan aksi saling lempar kesalahan, dan kembali fokus pada visi-misi menyejahterakan masyarakat Purwakarta.
"Stop main ego dan saling lempar kesalahan. Tugas Bupati dan Wakil Bupati itu satu: mengurus Purwakarta dan menyejahterakan rakyat. Jika tidak sanggup menjaga kekompakan dalam memimpin, wajar jika publik menilai kepemimpinan ini gagal," tegasnya.
Di akhir keterangannya, AWPI Purwakarta mendesak kedua belah pihak untuk segera duduk bersama guna menyelesaikan perbedaan secara konstitusional. Ramaldi mengingatkan bahwa fungsi utama pemimpin daerah adalah sebagai pelayan masyarakat.
"Pemimpin itu pelayan, bukan raja. Jangan sampai kekecewaan masyarakat ini berlarut-larut dan memicu mosi tidak percaya yang lebih besar dari publik," pungkas Ramaldi.
Reporter: Al/Tim
Posting Komentar