Anggaran Purwakarta 2026 Cetak Rekor "Gerak Cepat" Rp48 Miliar, Ketua AWPI: Prestasi yang Mengagumkan
.jpg)
Ketua DPC AWPI Purwakarta, Ramaldi
PURWAKARTA, MediaEkspresi.id – Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Asosiasi Wartawan Profesional Indonesia (AWPI) Kabupaten Purwakarta memberikan sorotan tajam terhadap realisasi anggaran Pemerintah Kabupaten Purwakarta pada awal tahun anggaran 2026. Berdasarkan data yang dihimpun, serapan anggaran pengadaan barang dan jasa di wilayah tersebut menunjukkan angka yang fantastis dalam waktu singkat.
Ketua DPC AWPI Purwakarta, Ramaldi, menyatakan kekagumannya atas fenomena "tancap gas" birokrasi ini. Menurutnya, kecepatan Pemkab Purwakarta dalam merealisasikan belanja daerah di saat masyarakat masih dalam suasana awal tahun merupakan hal yang luar biasa.
“Saya angkat topi setinggi-tingginya untuk jajaran Pemerintah Kabupaten Purwakarta. Di saat rakyat baru saja bangun dari euforia tahun baru dan Lebaran, para ksatria birokrasi sudah tancap gas melakukan realisasi belanja pada Kamis (02/04/2026),” ujar Ramaldi.
Realisasi Fantastis di Triwulan Pertama
Merujuk pada data portal data.inaproc.id per Maret 2026, realisasi pengadaan barang dan jasa Pemkab Purwakarta telah menembus angka Rp48,41 miliar. Ramaldi menilai pencapaian ini sebagai simbol "kecepatan cahaya" dalam administrasi pemerintahan.
“Ini bukan sekadar angka. Bayangkan, dalam tiga bulan pertama, di saat daerah lain mungkin masih disibukkan dengan rapat koordinasi awal, Purwakarta sudah berhasil menggelontorkan puluhan miliar. Ini mencerminkan komitmen Pemda yang sangat 'gas pol' dalam mengakselerasi penyerapan anggaran sejak fajar 2026 menyingsing,” jelasnya.
Tercatat ada 297 paket yang telah dikelola dengan rata-rata nilai per paket sekitar Rp163 juta. Ramaldi menyoroti penggunaan jalur Pengadaan Langsung dan E-Katalog yang membuat distribusi proyek berjalan sangat ringkas.
PUTR dan Setda Jadi Penyerap Terbesar
Sektor konstruksi dan operasional pimpinan menjadi motor utama penggerak anggaran. Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) menempati posisi puncak dengan serapan mencapai Rp14,46 miliar.
Posisi kedua ditempati oleh Sekretariat Daerah dengan realisasi Rp8,70 miliar, disusul oleh Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman sebesar Rp6,35 miliar. Sementara itu, sektor pendidikan melalui Dinas Pendidikan mencatatkan angka Rp4,27 miliar, dan Dinas Komunikasi dan Informatika sebesar Rp2,85 miliar.
Dominasi Jasa Konsultansi
Satu hal yang menjadi catatan kritis AWPI adalah besarnya alokasi untuk kategori Jasa Konsultansi. Terdeteksi ada 67 paket Jasa Konsultansi Perorangan Konstruksi dan 44 paket Jasa Konsultansi Badan Usaha Konstruksi.
Total miliaran rupiah dialokasikan untuk tahap perencanaan dan kajian teknis, di antaranya:
• Jasa Konsultansi Badan Usaha Konstruksi: Rp5,09 miliar.
• Jasa Konsultansi Perorangan Konstruksi: Rp1,90 miliar.
• Jasa Konsultansi Badan Usaha Non-Konstruksi: Rp662,29 juta.
• Jasa Konsultansi Perorangan Non-Konstruksi: Rp592,39 juta.
"Sepertinya Purwakarta tahun ini sedang sangat fokus pada aspek perencanaan. Anggaran miliaran dihabiskan untuk kajian dan seminar. Kita berharap koordinasi yang intensif ini membuahkan hasil nyata, bukan sekadar pemenuhan agenda rapat di hotel," sindir Ramaldi.
Harapan Kualitas Pekerjaan
Menutup pernyataannya, Ramaldi menekankan bahwa dari total paket yang ada, sebanyak 72,7 persen atau sekitar 216 paket dinyatakan telah selesai per Maret 2026. Ia mempertanyakan apakah kecepatan pengerjaan yang menyerupai "sistem kebut semalam" ini dibarengi dengan kualitas yang mumpuni.
“Kita hanya bisa berharap, kecepatan cahaya dalam menghabiskan anggaran ini berbanding lurus dengan kualitas pekerjaannya. Jangan sampai di bulan Maret laporan serapan sudah besar, tapi di bulan April aspal jalan sudah mengelupas atau gedung baru sudah retak,” tegasnya.
Pihak AWPI menegaskan akan terus mengawal agar penyerapan anggaran yang masif ini benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Purwakarta, bukan sekadar mengejar prestasi administratif di atas kertas.
Reporter: AS/tim
Posting Komentar