Sawah Terancam Kekeringan, Gapoktan Bekasi Desak Pembongkaran Bangunan Liar di Bendungan Kali Butek
BEKASI, MediaEkspresi.id – Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Desa Sindangjaya, M. Syahroni, mendesak Pemerintah Kabupaten Bekasi untuk segera menindak tegas dan membongkar bangunan liar (Bangli) yang menjamur di kawasan Bendungan Kali Butek (BKB). Keberadaan bangunan tersebut dinilai menjadi faktor utama terhambatnya distribusi air irigasi ke lahan pertanian warga.
Kondisi ini kian memprihatinkan pasca-banjir melanda. Para petani dari Desa Sindangjaya dan Sindangsari saat ini sangat bergantung pada pasokan air dari saluran BSH. Namun, air tidak kunjung sampai ke hilir karena aliran di irigasi sekunder tersumbat.
Tiang Bangunan Masuk ke Aliran Sungai
Berdasarkan penelusuran lapangan yang dilakukan pihak Gapoktan di titik BKB 0, Kampung Pulo Bambu, Desa Sukaindah, ditemukan fakta bahwa banyak bangunan liar berdiri tegak di sepanjang sempadan irigasi.
"Kami dapati banyak bangli di sekitar sempadan irigasi sekunder. Bahkan, ada bangunan yang tiangnya sampai ke tengah aliran irigasi. Akibatnya, sampah menumpuk di sana dan menghambat laju air," ujar M. Syahroni, Kamis (5/3/2026).
Padahal, saat ini lahan persawahan warga tengah memasuki masa krusial dengan usia tanaman padi berkisar antara 1 hingga 60 Hari Setelah Tanam (HST). Jika pasokan air tetap tersendat, petani terancam mengalami gagal panen akibat kekeringan.
Dorong Sinergi Lintas Instansi
Selain menghambat irigasi, Syahroni menegaskan bahwa keberadaan bangli tersebut telah melanggar aturan tata ruang dan mengurangi Ruang Terbuka Hijau (RTH) serta merusak estetika lingkungan.
Ia mendorong adanya langkah nyata dan sinergi antara instansi terkait, mulai dari Dinas Pengairan, Satpol PP, hingga pemerintah kecamatan untuk melakukan penertiban secara permanen.
"Kami berupaya memfasilitasi agar ada sinergi dalam penertiban. Koordinasi antar-institusi sangat dibutuhkan agar lokasi yang sudah ditertibkan nantinya tidak kembali ditempati oleh oknum warga, seperti yang sering terjadi selama ini," tambahnya.
Pihak Gapoktan berharap normalisasi saluran air dapat segera dilakukan agar aliran air kembali lancar dan menyelamatkan produktivitas sawah di wilayah Kecamatan Cabangbungin.
Reporter: Saimbar
.jpg)

Posting Komentar