Jeritan Emak-emak di Pemalang: Harga Pangan Melambung Tinggi Jelang Lebaran, Stok Minyak Goreng Langka
PEMALANG, MediaEkspresi.id – Menjelang hari raya Idulfitri, jeritan masyarakat khususnya kaum ibu rumah tangga di Kabupaten Pemalang mulai terdengar nyaring. Kenaikan harga berbagai komoditas pangan pokok yang melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET) kian mencekik daya beli warga.
Pantauan langsung di lapangan menunjukkan harga beras, minyak goreng, gula pasir, hingga bumbu dapur merangkak naik secara signifikan. Kondisi ini diperparah dengan hilangnya stok minyak goreng subsidi di pasaran.
Pusing Atur Uang Belanja
Keluhan salah satunya datang dari Salamah (40), seorang ibu rumah tangga asal Kelurahan Bojongbata, Kecamatan Pemalang Kota. Sebagai istri dari seorang sopir angkot, ia mengaku sangat terpukul dengan kondisi harga pasar saat ini.
"Sekarang bawa uang Rp50 ribu ke pasar cuma bisa beli beras seliter, cabai secomot, sama lauk buat sehari. Nggak bisa nyetok, kita pusing ngatur uangnya," ujar Salamah saat ditemui di Pasar Bojongbata, Selasa (3/3/2026).
Kelangkaan Minyak Goreng dan Kenaikan Signifikan
Selain harga yang mahal, komoditas minyak goreng kemasan program pemerintah ("Minyakita") terpantau kosong di sejumlah lapak pedagang dan agen sembako. Juwariyah (40), salah satu pemilik lapak di Pasar Bojongbata, mengungkapkan bahwa pasokan terhenti sejak awal tahun.
"Minyak goreng kemasan merek kita kosong. Sudah hampir dua bulan lebih tidak masuk distribusinya ke pasar," keluh Juwariyah.
Berdasarkan data yang dihimpun dari pedagang, berikut adalah rincian kenaikan harga sejumlah komoditas di Pasar Bojongbata:
Komoditas Harga Lama Harga Sekarang
• Gula Pasir Rp15.000 /kg Rp18.000 /kg
• Telur Ayam Rp28.000 /kg Rp32.000 /kg
• Beras Rp15.000 /kg Rp16.000 /kg
• Minyak Goreng Rp20.000 /kg Rp21.000 /kg
"Yang paling signifikan itu gula pasir. Kenaikan biasanya terjadi sejak seminggu sebelum puasa sampai Lebaran nanti," tambah Juwariyah.
Otoritas Setempat Masih Bungkam
Hingga berita ini diturunkan, belum ada langkah konkret atau pernyataan resmi dari pihak berwenang terkait upaya stabilisasi harga di wilayah perkotaan Pemalang.
Upaya konfirmasi telah dilakukan kepada pihak Forkopimcam Pemalang. Namun, Camat Pemalang, Siswatmono Prasetyo, saat dihubungi melalui sambungan telepon seluler belum memberikan jawaban maupun tanggapan terkait jeritan warga dan kelangkaan stok pangan di wilayahnya.
Reporter: Ragil
.jpg)

Posting Komentar