Gerebek Judi Sabung Ayam di Lampung Utara, Satu Pelaku Ditemukan Tewas usai Nyemplung ke Sungai
LAMPUNG UTARA, MediaEkspresi.id – Tim Tekab 308 Presisi Sat Reskrim Polres Lampung Utara membubarkan praktik perjudian sabung ayam dan kartu remi di Gg. Singamata 1, Kelurahan Kota Alam, Kecamatan Kotabumi Selatan, Kamis (26/2/2026). Dalam insiden tersebut, seorang terduga pelaku ditemukan meninggal dunia setelah nekat menceburkan diri ke sungai untuk menghindari penangkapan.
Kapolres Lampung Utara, AKBP Deddy Kurniawan, mengonfirmasi bahwa penggerebekan yang dilakukan sekitar pukul 17.00 WIB tersebut merupakan bagian dari Target Operasi (TO) dalam rangka Operasi Cempaka Krakatau 2026.
Kronologi Kejadian
Menurut AKBP Deddy, saat petugas tiba di lokasi yang berada di pinggir aliran Way Sesah (Tanah Miring), para pelaku langsung kocar-kacir.
"Para pelaku terlebih dahulu mengetahui kedatangan polisi dan langsung melarikan diri ke arah perkebunan serta menyeberangi sungai dengan cara berenang," ujar Kapolres saat memberikan keterangan, Minggu (1/3/2026).
Setelah penggerebekan, pihak keluarga melaporkan bahwa salah satu terduga pelaku belum kembali ke rumah. Menindaklanjuti laporan tersebut, Polres Lampung Utara berkoordinasi dengan BPBD setempat untuk melakukan pencarian.
Evakuasi Korban dan Barang Bukti
Upaya penyisiran di sepanjang aliran Way Sesah membuahkan hasil, namun dalam kondisi yang memprihatinkan.
"Korban ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa. Jenazah kemudian dievakuasi untuk proses identifikasi dan pemeriksaan lebih lanjut," tambah Kapolres.
Dalam operasi tersebut, polisi berhasil mengamankan sejumlah barang bukti di tempat kejadian perkara (TKP), meliputi:
• 10 ekor ayam Bangkok.
• 4 buah tas ayam.
• 1 set kartu remi.
• 1 lembar terpal warna biru.
• Beberapa pasang sandal yang ditinggalkan pelaku.
Komitmen dan Pemeriksaan Internal
Kapolres menegaskan bahwa tindakan ini adalah bentuk komitmen Polri dalam memberantas penyakit masyarakat (pekat). Meski demikian, pihaknya menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga korban atas insiden yang terjadi.
Terkait prosedur penangkapan, AKBP Deddy memastikan bahwa anggota di lapangan telah bertindak sesuai standar operasional. Namun, untuk menjaga transparansi, saat ini bagian Propam sedang melakukan pemeriksaan internal.
"Terkait ada atau tidaknya dugaan pelanggaran anggota, saat ini tengah dilakukan proses pemeriksaan oleh Propam," pungkasnya.
Reporter: Ashari

Posting Komentar