Antisipasi Aksi Begal, Warga Karangsegar Desak Pemasangan CCTV di Jalur Rawan Pebayuran
.jpg)
Ilustrasi
BEKASI, MediaEkspresi.id - Maraknya aksi kriminalitas jalanan di wilayah Kecamatan Pebayuran mulai meresahkan warga. Menanggapi situasi tersebut, warga Desa Karangsegar secara resmi meminta Pemerintah Kabupaten Bekasi melalui Dinas Perhubungan (Dishub) untuk segera memasang kamera pengawas (CCTV) di sejumlah titik strategis sepanjang Jalan Raya Pebayuran.
Permintaan ini mencuat menyusul insiden pembegalan yang kembali terjadi baru-baru ini. Berdasarkan penuturan warga, lokasi perbatasan antar-desa menjadi titik paling rawan karena minimnya pengawasan dan infrastruktur pendukung.
"Minggu malam sekitar jam 01.00 WIB kemarin, di Jalan Pebayuran wilayah Desa Karangharja yang berbatasan dengan Desa Karangsegar, kembali terjadi aksi begal. Kami memohon agar CCTV segera dipasang di titik-titik rawan tersebut," ujar salah seorang warga kepada media, Rabu (25/3/2026).
Minim Penerangan Jadi Faktor Utama
Selain ketiadaan kamera pemantau, warga juga menyoroti kondisi Penerangan Jalan Umum (PJU) yang sering padam. Kondisi jalan yang gelap gulita di malam hari dinilai menjadi faktor utama yang dimanfaatkan para pelaku kejahatan untuk melancarkan aksinya.
• Titik Rawan: Perbatasan Desa Karangharja dan Desa Karangsegar.
• Kendala Utama: Lampu penerangan jalan sering mati.
• Dampak: Meningkatnya risiko tindak kriminalitas pada jam kecil (dini hari).
Dorong Sosialisasi Keselamatan
Tak hanya menuntut perbaikan infrastruktur, masyarakat juga berharap Pemerintah Daerah Kabupaten Bekasi proaktif melakukan edukasi. Warga mengusulkan adanya sosialisasi keselamatan berkendara dan langkah preventif menghadapi kejahatan jalanan bagi masyarakat yang terpaksa melintas di jam-jam rawan.
Langkah kolaboratif antara pemasangan teknologi pengawasan, perbaikan lampu jalan, dan edukasi warga diharapkan mampu menekan angka kriminalitas serta mengembalikan rasa aman bagi pengguna jalan di wilayah Pebayuran.
Reporter: Nurlinah
Posting Komentar