Waspada Penipuan Proyek Makan Bergizi Gratis, PWPM NTB Ingatkan Kader Melek Digital
![]() |
| Sekretaris PWPM NTB, Amrillah |
MATARAM, mediaekspresi.id – Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah (PWPM) Nusa Tenggara Barat (NTB) mengeluarkan peringatan keras kepada seluruh pengurus daerah hingga cabang terkait maraknya aksi penipuan yang mencatut nama pejabat TNI. Modus penipuan ini menyasar para kader dengan iming-iming pelibatan dalam proyek strategis nasional, Makan Bergizi Gratis (MBG).
Sekretaris PWPM NTB, Amrillah, mengungkapkan bahwa pola penipuan ini dilakukan secara masif dan terorganisasi. Pelaku umumnya menghubungi pengurus melalui aplikasi pesan singkat, mengaku sebagai Komandan Kodim (Dandim) atau pejabat Komando Daerah Militer (Kodam), kemudian meminta sejumlah uang dengan dalih biaya administrasi atau pengawalan proyek.
"Penting bagi seluruh kader untuk melakukan verifikasi berlapis sebelum melakukan transaksi keuangan apa pun. Di era digital ini, modus penipuan semakin canggih dan meyakinkan," ujar Amrillah dalam keterangannya, Jumat (30/1/2026).
Modus Mencatut Nama Pejabat TNI
Berdasarkan laporan yang dihimpun, beberapa wilayah di Indonesia telah mencatat adanya korban dengan kerugian materiil berkisar antara Rp10 juta hingga Rp25 juta. Di NTB, seorang kontraktor lokal dilaporkan menjadi korban setelah terperangkap komunikasi pelaku yang mengeklaim memiliki otoritas dalam proyek pembangunan dapur MBG.
Insiden serupa hampir menimpa Ketua PDPM Sumbawa Barat yang dihubungi oleh oknum mengaku Dandim KSB. Beruntung, langkah konfirmasi cepat ke Kodim setempat berhasil menggagalkan upaya tersebut, dan kasus ini kini ditangani oleh Tim Siber TNI. Kejadian serupa juga dilaporkan terjadi di Sumbawa dengan modus instruksi fiktif untuk menghadap pimpinan TNI.
Amrillah menegaskan bahwa fenomena ini bukan sekadar urusan kerugian materiil, melainkan juga ancaman terhadap reputasi organisasi dan potensi adu domba antarinstansi.
"Semua pengurus bertanggung jawab memberikan edukasi melek digital kepada kader. Kita harus paham mitigasi penipuan daring agar tidak ada lagi yang menjadi korban," tegas Amrillah.
Arahan Pusat dan Penguatan Koordinasi
Secara nasional, Pimpinan Pusat (PP) Pemuda Muhammadiyah melalui Sekretaris Jenderal Najih Prasetyo telah menyebarkan imbauan resmi bertajuk "Waspada Penipuan Mengatasnamakan Program Pemerintah". Kader diminta untuk tidak memercayai informasi proyek yang tidak terdaftar secara resmi atau yang meminta pendaftaran melalui jalur pribadi seperti WhatsApp.
Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah juga mengingatkan agar kader tetap waspada terhadap upaya adu domba. Serangan siber ini diduga memanfaatkan momentum kedekatan hubungan antara Pemuda Muhammadiyah dengan instansi penegak hukum dan pertahanan negara.
Sebagai langkah preventif, PWPM NTB menginstruksikan kader untuk segera melapor ke grup pimpinan jika menerima kontak mencurigakan.
"Proyek resmi itu transparan, memiliki kanal komunikasi formal, dan tidak pernah meminta uang secara sembunyi-sembunyi melalui pesan pribadi," pungkas Amrillah.
Editor: Ata Priatna


Posting Komentar