Siswa SMPN 6 Pemalang Gali Nilai Sejarah dan Alam dalam Outing Class di Yogyakarta
PEMALANG, mediaekspresi.id – Ratusan siswa kelas VIII SMP Negeri 6 Pemalang melaksanakan kegiatan Outing Class ke Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Minggu (1/2). Kegiatan ini dirancang sebagai sarana edukasi luar ruangan untuk mendekatkan siswa pada kekayaan sejarah, potensi alam, serta ekonomi kreatif.
Sejumlah destinasi ikonik menjadi laboratorium pembelajaran bagi para siswa, di antaranya Candi Prambanan, Museum Sonobudoyo, hingga wisata edukasi Lava Tour Merapi.
Metode Belajar di Luar Kelas
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMPN 6 Pemalang, Komariyah Yuniati, menjelaskan bahwa outing class merupakan metode pembelajaran yang efektif untuk menghilangkan kejenuhan siswa di dalam kelas.
“Kegiatan ini menjadi sarana belajar yang menarik. Siswa tidak hanya mendapatkan teori, tetapi terjun langsung ke lapangan untuk mengenal potensi wisata dan kekayaan budaya di Jawa Tengah dan sekitarnya,” ujar Yuni dalam keterangannya, Minggu (1/2).
Ia menambahkan, kegiatan ini bertujuan menanamkan rasa peduli lingkungan serta kebanggaan terhadap warisan budaya bangsa. Hal ini selaras dengan implementasi Kurikulum Merdeka, di mana alam dan sejarah diposisikan sebagai "guru kedua" bagi peserta didik.
Dari Mitigasi Bencana hingga Ekonomi Kreatif
Dalam perjalanan edukasi ini, para siswa diajak mengeksplorasi berbagai aspek ilmu pengetahuan:
• Geologi & Sejarah: Di Lava Tour Merapi, siswa mempelajari kekuatan geologi dan mitigasi bencana. Sementara di Candi Prambanan, mereka mempelajari arsitektur kuno dan kejayaan sejarah masa lalu.
• Literasi Budaya: Kunjungan ke Museum Sonobudoyo memberikan wawasan mendalam mengenai perkembangan budaya Jawa.
• Ekonomi Kreatif: Siswa juga berkesempatan melihat langsung proses produksi Bakpia sebagai pengenalan dunia wirausaha, sebelum ditutup dengan interaksi sosial di kawasan Malioboro.
“Kami ingin membekali peserta didik dengan wawasan luas serta membangun kecintaan terhadap identitas daerah dan nasional,” tambah perwakilan sekolah lainnya.
Apresiasi dari Orang Tua Murid
Program ini mendapat respon positif dan dukungan penuh dari wali murid. Ratna, salah satu orang tua siswa, menilai pengalaman langsung jauh lebih berkesan bagi memori jangka panjang anak dibandingkan sekadar membaca buku teks.
"Anak-anak tidak hanya membawa pulang foto, tapi juga cerita berharga tentang sejarah dan proses kreatif pembuatan kuliner khas. Ini jauh lebih melekat di ingatan mereka," ungkap Ratna.
Senada dengan itu, Budi, orang tua lainnya, menekankan pentingnya aspek sosialisasi. "Program ini membantu anak-anak belajar bekerja sama dalam kelompok dan mandiri. Ini bekal berharga untuk masa depan mereka," tuturnya.
Melalui kegiatan ini, SMPN 6 Pemalang berharap dapat mewujudkan Profil Pelajar Pancasila yang mandiri, kreatif, dan memiliki jiwa nasionalisme yang kuat melalui pengalaman nyata di lapangan.
Reporter: Ragil
Editor: Ata Priatna


Posting Komentar