Hujan Deras dan Angin Kencang Terjang Kuta Mandalika: Tujuh Dusun Terendam Banjir
PRAYA, LOMBOK TENGAH, MediaEkspresi.id – Cuaca ekstrem berupa hujan deras yang disertai angin kencang melanda kawasan Kuta Mandalika, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Selasa (24/2/2026). Akibatnya, tujuh dusun di wilayah tersebut terendam banjir dan sejumlah akses jalan terhambat.
Berdasarkan data yang dihimpun, wilayah yang terdampak signifikan meliputi:
• Dusun Kuta I
• Dusun Baturiti
• Dusun Mengalung
• Dusun Merendeng
•Dusun Rangkap I
• Dusun Sekar Kuning
• Serta satu dusun terdampak lainnya di kawasan sekitar.
Dampak Kerusakan dan Ketinggian Air
Genangan air dilaporkan mencapai ketinggian hingga 60 cm di beberapa titik pemukiman. Selain merendam puluhan rumah warga, banjir juga menggenangi kendaraan bermotor dan akses jalan utama, yang sempat melumpuhkan aktivitas ekonomi lokal.
Selain banjir, angin kencang menyebabkan satu pohon besar tumbang di area depan gerai Starbucks Kuta Mandalika. Beruntung, otoritas setempat mengonfirmasi bahwa tidak ada korban jiwa dalam rentetan peristiwa ini.
Penyebab dan Respons Otoritas
Kapolsek Kawasan Mandalika, IPTU Kadek Angga Nambara, menjelaskan bahwa banjir dipicu oleh meningkatnya debit air kiriman dari wilayah perbukitan yang tidak mampu ditampung oleh sistem drainase.
"Debit air dari perbukitan meningkat drastis dan saluran drainase meluap, sehingga menyebabkan genangan di area pemukiman dan jalan," ujar IPTU Kadek Angga.
Pihak kepolisian juga mengeluarkan imbauan keselamatan bagi warga dan wisatawan di kawasan Mandalika:
• Memastikan saluran air di lingkungan masing-masing tidak tersumbat sampah.
• Menghindari berteduh di bawah pohon besar saat terjadi angin kencang.
• Mengurangi aktivitas di luar ruangan saat hujan deras disertai petir.
Langkah Penanggulangan
Saat ini, bantuan darurat sedang disiapkan oleh instansi terkait untuk disalurkan kepada warga yang terdampak. Petugas gabungan masih bersiaga di lapangan untuk memantau penurunan debit air dan membantu proses pembersihan material pasca-banjir.
Masyarakat diminta untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem susulan dan selalu mengikuti instruksi resmi dari petugas di lapangan.
Reporter: HBH


Posting Komentar