Telusuri
24 C
id
  • Home
  • Peristiwa
  • Pedidikan
  • Hiburan
    • All
    • Gaya Hidup
    • Media Sosial
    • Selebritas
    • Kesehatan
  • Teknologi
    • Video
MEDIA EKSPRESI
Telusuri
MEDIA EKSPRESI
Buy template blogger
Beranda Peristiwa Desa Lubuk Ampolu Terancam Hilang, Warga Tapteng Desak Presiden Turunkan Alat Berat
Peristiwa

Desa Lubuk Ampolu Terancam Hilang, Warga Tapteng Desak Presiden Turunkan Alat Berat

MEDIA EKSPRESI
MEDIA EKSPRESI
20 Feb, 2026 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp


TAPANULI TENGAH, MediaEkspresi.id
– Ancaman kepunahan membayangi Desa Lubuk Ampolu, Kecamatan Badiri, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng). Pergeseran drastis alur sungai yang kini menerjang pemukiman penduduk memicu kekhawatiran warga bahwa desa mereka akan segera lenyap jika pemerintah pusat tidak segera melakukan intervensi darurat.

Bencana banjir bandang terbaru yang terjadi pada Senin (16/2/2026) menjadi titik nadir bagi warga. Meski tidak ada korban jiwa, ratusan rumah dilaporkan rusak parah hingga roboh akibat dihantam ribuan kubik kayu gelondongan yang terbawa arus dari hulu.

Krisis Kemanusiaan dan Isolasi Wilayah

Berdasarkan data di lapangan, sebanyak 80 Kepala Keluarga (KK) telah mengungsi ke Gereja BNKP di Desa Kebun Pisang sejak Selasa (17/2/2026). Akses menuju Desa Lubuk Ampolu kini terputus total bagi kendaraan bermotor. Warga maupun petugas medis harus berjalan kaki sejauh 4 kilometer melewati medan hancur dan arus sungai yang deras untuk mencapai lokasi.

Khairul Tambunan, warga Dusun 1, mengungkapkan bahwa ini adalah kali ketiga desa mereka dihantam banjir dalam tiga bulan terakhir.

"Arus sungai sekarang mengalir tepat di depan rumah warga. Jalur aslinya sudah hilang, berganti dengan luapan sungai besar yang membawa material lumpur dan kayu," ujarnya, Kamis (19/2/2026).

Jembatan penghubung antara Desa Lubuk Ampolu dengan Pagaran Honas dan Aek Bottar juga dilaporkan hilang terseret arus, menyisakan titi kayu darurat yang sangat berisiko bagi keselamatan warga.

Kekecewaan terhadap Penanganan Daerah

Warga menyatakan kekecewaannya terhadap lambannya respon pemerintah daerah. Helman Tampubolon, salah satu warga, menyebutkan bahwa permohonan alat berat sudah diajukan sejak banjir pertama pada November 2025, namun nihil realisasi.

"Ada satu unit alat berat datang belakangan ini, tapi bahan bakarnya tidak pernah cukup. Penanganannya seperti tidak sungguh-sungguh," tegas Helman. Ia pun secara terbuka meminta bantuan langsung kepada Presiden Prabowo Subianto.

Senada dengan warganya, Kepala Desa Lubuk Ampolu, Fijeaman Telambanua, memohon setidaknya empat unit alat berat dikerahkan ke lokasi.

"Jika tidak segera difasilitasi, desa ini akan hancur dan ditinggalkan penghuninya. Kami siap menanggung biaya operator, asalkan alat dan BBM disediakan pemerintah," harapnya.

Ancaman Kelaparan dan Status Bencana Nasional

Anggota DPRD Tapteng, Famoni Gulo, yang meninjau langsung lokasi bencana, memperingatkan adanya ancaman kelaparan yang nyata. Warga harus memikul beras selama 4 jam perjalanan kaki untuk mendapatkan pasokan pangan.

"Saya sudah menyurati Presiden agar status ini dijadikan bencana nasional. Harapan kita pusat benar-benar memperhatikan ini," kata Famoni. Ia menegaskan bahwa keterlambatan bantuan bukan lagi sekadar masalah infrastruktur, melainkan ancaman nyawa.

"Kalau tidak segera diselesaikan, ini seolah membiarkan masyarakat mati perlahan, baik karena banjir susulan maupun kelaparan," pungkasnya.

Reporter: AP

Via Peristiwa
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar


Stay Conneted

twitter Follow
instagram Follow
pinterest Follow

Featured Post

Tingkatkan Kompetensi Pers, PWI Pusat dan IPB University Rancang Program Beasiswa S2

MEDIA EKSPRESI- 00.32.00 0
Tingkatkan Kompetensi Pers, PWI Pusat dan IPB University Rancang Program Beasiswa S2
JAKARTA, MediaEkspresi.id – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat menjajaki kerja sama dengan IPB University untuk merancang program beasiswa Strata Dua (S…

Most Popular

Nomor SPK Misterius di Papan Proyek Cilewo, LBH Maskar Indonesia Semprot Dinas PUPR Karawang

Nomor SPK Misterius di Papan Proyek Cilewo, LBH Maskar Indonesia Semprot Dinas PUPR Karawang

12.48.00
Diduga Fiktif, Alokasi Anggaran BUMDes Panca Karya Ratusan Juta Rupiah Dipertanyakan Warga

Diduga Fiktif, Alokasi Anggaran BUMDes Panca Karya Ratusan Juta Rupiah Dipertanyakan Warga

11.01.00
Puluhan Media Digugat, AMKI Sumsel Sebut Kebebasan Pers Harus Dijaga

Puluhan Media Digugat, AMKI Sumsel Sebut Kebebasan Pers Harus Dijaga

11.13.00

Recent Comments

Viral Sepekan

Nomor SPK Misterius di Papan Proyek Cilewo, LBH Maskar Indonesia Semprot Dinas PUPR Karawang

Nomor SPK Misterius di Papan Proyek Cilewo, LBH Maskar Indonesia Semprot Dinas PUPR Karawang

12.48.00
Diduga Fiktif, Alokasi Anggaran BUMDes Panca Karya Ratusan Juta Rupiah Dipertanyakan Warga

Diduga Fiktif, Alokasi Anggaran BUMDes Panca Karya Ratusan Juta Rupiah Dipertanyakan Warga

11.01.00
Puluhan Media Digugat, AMKI Sumsel Sebut Kebebasan Pers Harus Dijaga

Puluhan Media Digugat, AMKI Sumsel Sebut Kebebasan Pers Harus Dijaga

11.13.00

Berita Terpopuler

Dinilai Diskriminatif, Alokasi Dana Hibah Lombok Tengah 2026 Menuai Protes Keras Puluhan Ormas

Dinilai Diskriminatif, Alokasi Dana Hibah Lombok Tengah 2026 Menuai Protes Keras Puluhan Ormas

11.23.00
Merawat Jati Diri Bangsa: IPSI Lampung Gelar Latihan Gabungan Pencak Silat Tradisi di Situs Bersejarah

Merawat Jati Diri Bangsa: IPSI Lampung Gelar Latihan Gabungan Pencak Silat Tradisi di Situs Bersejarah

09.22.00
Transformasi Green Correctional: Lapas Cipinang Olah Limbah MLP Jadi Produk Bernilai Ekonomi

Transformasi Green Correctional: Lapas Cipinang Olah Limbah MLP Jadi Produk Bernilai Ekonomi

11.36.00

Halaman

  • Beranda
  • Redaksi
  • Disclaimer Mediaekspresi.id
  • Pedoman Media Siber
MEDIA EKSPRESI

Mediaekspresi.id

Mediaekspresi.id menyajikan berita terkini, aktual dan terpercaya sebagai referensi informasi lokal dan nasional.

Kontak: redaksi.mediaekspresi@gmail.com

Follow Us

© mediaekspresi by Mustafid
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Advertisement
  • Redaksi