Cuaca Ekstrem Terjang Lombok Tengah, Ratusan Keluarga Terdampak Banjir dan Longsor
PRAYA, mediaekspresi.id – Cuaca ekstrem berupa hujan dengan intensitas sedang hingga lebat memicu rentetan bencana hidrometeorologi di Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, pada Selasa (24/2/2026). Berdasarkan laporan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Lombok Tengah, sedikitnya lima kecamatan terdampak banjir, tanah longsor, hingga angin puting beliung.
Hujan yang mengguyur sejak pukul 12.30 WITA menyebabkan luapan debit sungai dan kegagalan sistem drainase. Hingga pemutakhiran data pukul 16.30 WITA, ratusan Kepala Keluarga (KK) dilaporkan terdampak secara langsung.
Sebaran Wilayah Terdampak
Kecamatan Praya Timur menjadi wilayah dengan dampak banjir terluas, khususnya di Desa Bilelando di mana sebanyak 234 KK terendam air. Selain itu, sebaran dampak lainnya meliputi:
• Kecamatan Pujut: Desa Kuta, Desa Pengembur (64 KK terdampak), dan Desa Bangket Parak.
• Kecamatan Janapria: Desa Beleka dan Desa Beleka Lebe Sane.
• Kecamatan Praya Barat: Desa Tanak Rarang dan Desa Stanggor.
Longsor dan Puting Beliung
Tidak hanya banjir, cuaca ekstrem juga memicu kerusakan infrastruktur akibat pergerakan tanah dan angin kencang:
1. Tanah Longsor: Terjadi di Desa Pandan Indah, Kecamatan Praya Barat, yang mengakibatkan satu unit rumah warga terdampak.
2. Angin Puting Beliung: Menerjang bangunan di Desa Seteling (Batukliang Utara), Kelurahan Praya (Kecamatan Praya), serta satu unit toko di Desa Kuta (Pujut).
Respon Darurat dan Imbauan
Personel gabungan dari Satpol PP, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat), serta BPBD Lombok Tengah telah dikerahkan ke lokasi untuk melakukan asesmen cepat dan evakuasi.
"Kondisi saat ini banjir masih menggenangi sejumlah titik. Kebutuhan mendesak yang diperlukan warga saat ini adalah bantuan logistik tanggap darurat," tulis laporan resmi tersebut.
Pemerintah daerah mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan ekstra, mengingat wilayah Lombok Tengah telah memasuki puncak musim hujan pada dasarian III Februari 2026. Potensi bencana susulan berupa angin kencang dan banjir bandang diprediksi masih mengintai sewaktu-waktu.
Bagi warga yang membutuhkan bantuan darurat atau ingin melaporkan kejadian serupa, diharapkan segera menghubungi pusat layanan terpadu atau kanal komunikasi darurat Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah.
Reporter: Amrillah
Sumber: Satpol PP Lombok Tengah / BPBD Provinsi NTB

Posting Komentar