Angin Puting Beliung Terjang Praya, Enam Rumah dan Satu Mushola di Lombok Tengah Rusak Berat
LOMBOK TENGAH, mediaekspresi.id – Cuaca ekstrem berupa angin puting beliung menerjang wilayah Kecamatan Praya, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Jumat (23/1/2026) sore. Meski tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, sedikitnya enam rumah warga dan satu tempat ibadah dilaporkan mengalami kerusakan serius.
Kronologi Kejadian
Peristiwa bermula sekitar pukul 15.00 WITA saat hujan deras mengguyur wilayah tersebut, yang kemudian disertai pusaran angin kencang. Berdasarkan data yang dihimpun, dampak terparah terjadi di Desa Muntung Terap, khususnya di Dusun Telutuk dan Dusun Perewo.
Warga setempat melaporkan bahwa fenomena alam tersebut terjadi begitu cepat, menyapu atap bangunan dan menumbangkan pohon-pohon di sekitar pemukiman.
Dampak Kerusakan
Sejauh ini, rincian kerusakan bangunan di Desa Muntung Terap meliputi:
• Dusun Telutuk: 2 unit rumah warga mengalami kerusakan atap dan struktur bangunan.
• Dusun Perewo: 4 unit rumah warga terdampak kerusakan kategori sedang hingga berat.
• Wilayah Bodak: 1 unit mushola yang biasa digunakan warga untuk beribadah dilaporkan rusak berat setelah terseret kencangnya pusaran angin.
"Mushola itu menjadi pusat kegiatan ibadah warga di sini. Sekarang kondisinya rusak berat dan belum bisa digunakan kembali," ujar salah satu warga yang berada di lokasi kejadian.
Respons Cepat BPBD dan Kondisi Warga
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lombok Tengah mengonfirmasi telah menerima laporan bencana tersebut. Saat ini, tim reaksi cepat tengah diterjunkan ke lokasi untuk melakukan verifikasi data dan penilaian tingkat kerusakan (assessment).
Hingga Jumat malam, warga secara gotong-royong masih membersihkan puing-puing bangunan dan menyelamatkan barang-barang berharga yang masih bisa digunakan. Masyarakat berharap pemerintah daerah segera menyalurkan bantuan darurat, terutama bahan bangunan untuk memperbaiki tempat tinggal mereka.
"Kami masih menunggu bantuan dari pemerintah, karena kerusakan yang dialami cukup parah dan warga sulit memperbaikinya secara mandiri dalam waktu dekat," tambah warga lainnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan mengenai korban jiwa maupun luka-luka. Masyarakat dihimbau untuk tetap waspada mengingat cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi di wilayah Nusa Tenggara Barat dalam beberapa hari ke depan.
Reporter: H.Bukran
Editor: Ata Priatna


Posting Komentar