Telusuri
24 C
id
  • Home
  • Peristiwa
  • Pedidikan
  • Hiburan
    • All
    • Gaya Hidup
    • Media Sosial
    • Selebritas
    • Kesehatan
  • Teknologi
    • Video
MEDIA EKSPRESI
Telusuri
MEDIA EKSPRESI
Buy template blogger
Beranda Headline Mengenal Dalang Benjiro Saverio, Bocah Cilamaya Penjaga Tradisi Wayang di HUT Karawang ke-393
Headline

Mengenal Dalang Benjiro Saverio, Bocah Cilamaya Penjaga Tradisi Wayang di HUT Karawang ke-393

MEDIA EKSPRESI
MEDIA EKSPRESI
13 Sep, 2026 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp


KARAWANG, MediaEkspresi.id
— Perayaan Hari Jadi Kabupaten Karawang yang ke-393 menghadirkan pemandangan yang menyejukkan sekaligus menggugah kesadaran. Di tengah gempuran arus digitalisasi dan budaya populer global, seorang bocah bernama Benjiro Saverio atau yang akrab disapa Dalang Benji berdiri tegak di balik kelir wayang, memainkan lakon dengan tangkas di halaman Kantor Kecamatan Cilamaya Wetan, Minggu (13/9/2026).

Pementasan tersebut merupakan bagian dari rangkaian acara NATAR RASA (Ngaraksa Tatar Cilamaya), sebuah perhelatan kultural yang dirancang untuk merawat akar tradisi lokal di tengah peringatan usia Karawang yang hampir menyentuh empat abad.

Latar Belakang dan Warisan Darah Seni

Bakat besar Benji bukanlah sesuatu yang muncul secara kebetulan. Ia adalah murid dari Ki Dalang Iman R.C Supriadi (Dalang Wayang Golek Purwa Komara), salah satu tokoh Dalang di Kabupaten Karawang.


Benji juga darah daging dari Akew, tokoh pemuda sekaligus budayawan asal Cilamaya yang selama ini dikenal luas berkat jasanya membawa seni bela diri dan debus tradisional Nusantara hingga ke panggung mancanegara. Akew sendiri saat ini tercatat sebagai Sekretaris Jenderal LSM Pasukan Dua Belas (F12) serta Pendiri sekaligus Ketua Umum Paguyuban Ismaya Nusantara.

Lingkungan keluarga yang lekat dengan denyut nadi tradisi membentuk Benji menjadi fenomena tersendiri: seorang dalang cilik yang tidak hanya hafal "catur" atau dialog pewayangan, tetapi juga paham bagaimana meresapi filosofi di balik tokoh-tokoh yang dimainkannya.

Pesan Kultural dan Pertahanan Identitas

Melalui tema Ngaraksa Tatar Cilamaya, pesan yang ingin disampaikan sangat jelas: menjaga wilayah bukan sekadar merawat infrastruktur fisik, melainkan menjaga memori kolektif dan jati diri masyarakatnya.

Ketika Benji memainkan wayangnya pada 13 September 2026 ini, ia sedang mengirimkan sinyal kuat bahwa Cilamaya dan Karawang secara luas belum kehabisan generasi penyambung lidah tradisi.

Menjaga Akar Tradisi di Tengah Modernisasi

Karawang di usia 393 tahun sedang menghadapi paradoks: di satu sisi melesat sebagai salah satu wilayah industri terbesar di Indonesia, namun di sisi lain harus bergelut dengan ancaman amnesia budaya.

Kehadiran Dalang Benji adalah pengingat yang indah sekaligus mendesak: bahwa modernitas tanpa akar budaya hanya akan menjadikan Karawang sebagai kota yang "ramai penghuninya, tetapi sunyi identitasnya."


• Red

Via Headline
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar









Stay Conneted

twitter Follow
instagram Follow
pinterest Follow

Featured Post

Aroma Tak Sedap Proyek SMPN 1 Cilamaya Wetan: Anggaran 359 Juta, Pengawasan Dipertanyakan

MEDIA EKSPRESI- 15.51.00 0
Aroma Tak Sedap Proyek SMPN 1 Cilamaya Wetan: Anggaran 359 Juta, Pengawasan Dipertanyakan
Foto papan informasi  KARAWANG, MediaEkspresi.id — Pelaksanaan proyek Rehabilitasi Sedang/Berat Ruang Guru, Kepala Sekolah, dan TU di SMP Negeri 1 Cilamaya We…

Most Popular

Ilwan Dicky Hasin, Eks Presiden Mahasiswa IAI Hamzanwadi Pancor Kecam Dugaan Kekerasan Seksual di Lingkungan Pesantren

Ilwan Dicky Hasin, Eks Presiden Mahasiswa IAI Hamzanwadi Pancor Kecam Dugaan Kekerasan Seksual di Lingkungan Pesantren

17.29.00
Kakanwil Ditjenpas Sumut Jalu Yuswa Panjang Pimpin Apel, Awali Razia Besar-Besaran di Rutan I Medan, 500 Warga Binaan Dites Urine

Kakanwil Ditjenpas Sumut Jalu Yuswa Panjang Pimpin Apel, Awali Razia Besar-Besaran di Rutan I Medan, 500 Warga Binaan Dites Urine

17.20.00
Aroma Tak Sedap Proyek SMPN 1 Cilamaya Wetan: Anggaran 359 Juta, Pengawasan Dipertanyakan

Aroma Tak Sedap Proyek SMPN 1 Cilamaya Wetan: Anggaran 359 Juta, Pengawasan Dipertanyakan

15.51.00

Recent Comments

Viral Sepekan

Ilwan Dicky Hasin, Eks Presiden Mahasiswa IAI Hamzanwadi Pancor Kecam Dugaan Kekerasan Seksual di Lingkungan Pesantren

Ilwan Dicky Hasin, Eks Presiden Mahasiswa IAI Hamzanwadi Pancor Kecam Dugaan Kekerasan Seksual di Lingkungan Pesantren

17.29.00
Kakanwil Ditjenpas Sumut Jalu Yuswa Panjang Pimpin Apel, Awali Razia Besar-Besaran di Rutan I Medan, 500 Warga Binaan Dites Urine

Kakanwil Ditjenpas Sumut Jalu Yuswa Panjang Pimpin Apel, Awali Razia Besar-Besaran di Rutan I Medan, 500 Warga Binaan Dites Urine

17.20.00
Aroma Tak Sedap Proyek SMPN 1 Cilamaya Wetan: Anggaran 359 Juta, Pengawasan Dipertanyakan

Aroma Tak Sedap Proyek SMPN 1 Cilamaya Wetan: Anggaran 359 Juta, Pengawasan Dipertanyakan

15.51.00

Berita Terpopuler

Dinilai Diskriminatif, Alokasi Dana Hibah Lombok Tengah 2026 Menuai Protes Keras Puluhan Ormas

Dinilai Diskriminatif, Alokasi Dana Hibah Lombok Tengah 2026 Menuai Protes Keras Puluhan Ormas

11.23.00
Merawat Jati Diri Bangsa: IPSI Lampung Gelar Latihan Gabungan Pencak Silat Tradisi di Situs Bersejarah

Merawat Jati Diri Bangsa: IPSI Lampung Gelar Latihan Gabungan Pencak Silat Tradisi di Situs Bersejarah

09.22.00
Transformasi Green Correctional: Lapas Cipinang Olah Limbah MLP Jadi Produk Bernilai Ekonomi

Transformasi Green Correctional: Lapas Cipinang Olah Limbah MLP Jadi Produk Bernilai Ekonomi

11.36.00

Halaman

  • Beranda
  • Redaksi
  • Disclaimer Mediaekspresi.id
  • Pedoman Media Siber
MEDIA EKSPRESI

Mediaekspresi.id

Mediaekspresi.id menyajikan berita terkini, aktual dan terpercaya sebagai referensi informasi lokal dan nasional.

Kontak: redaksi.mediaekspresi@gmail.com

Follow Us

© mediaekspresi by Mustafid
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Advertisement
  • Redaksi