Lewat Diskusi Perdana, Gawah Bunut Baok Dorong Pengelolaan Sampah Berbasis Ekonomi di Lombok Tengah
LOMBOK TENGAH, MediaEkspresi.id - Divisi Lingkungan Perkumpulan Gawah Bunut Baok menggelar diskusi perdana bertajuk “Identifikasi Masalah Lingkungan, Solusi, Tantangan dan Peluang” di Dusun Marung, Desa Bunut Baok, Kecamatan Praya, Kabupaten Lombok Tengah, Selasa (25/8/2026).
Diskusi tersebut menjadi langkah awal Gawah Bunut Baok untuk mengidentifikasi berbagai persoalan lingkungan di tingkat masyarakat sekaligus mencari solusi yang dapat dilakukan secara bertahap.
Hadir dalam diskusi tersebut aktivis lingkungan Maya, yang berbagi pengalaman mengenai berbagai praktik pengelolaan sampah dan limbah yang dapat diterapkan di masyarakat.
Sejumlah persoalan dan peluang dibahas, mulai dari pemilahan sampah dari rumah tangga, pembuatan biopori, pengolahan limbah menjadi biogas, pencacahan sampah plastik hingga pemanfaatan sampah sebagai bahan industri kreatif.
Salah satu gagasan yang turut dibahas adalah gerakan zero plastic dengan mendorong penggunaan bahan yang lebih ramah lingkungan. Penggunaan daun sebagai pembungkus tempe menjadi salah satu contoh sederhana yang dapat diterapkan untuk mengurangi penggunaan plastik.
Selain sampah, peserta juga membahas pengelolaan limbah peternakan serta potensi pengembangan ekowisata yang dapat dikembangkan sesuai dengan kondisi dan potensi Desa Bunut Baok.
Berawal dari Keresahan
Ketua Perkumpulan Gawah Bunut Baok, Muslim Tolhah, S.Pd., mengatakan organisasi tersebut lahir dari keresahan sekaligus keinginan untuk ikut mendorong kemajuan Desa Bunut Baok dalam berbagai aspek.
Menurut dia, keberadaan perkumpulan diharapkan dapat menjadi ruang bagi masyarakat untuk berdiskusi, menemukan persoalan bersama, sekaligus mencari peluang dan solusi yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Gawah Bunut Baok berawal dari keresahan dan keinginan untuk memajukan Bunut Baok dalam berbagai aspek,” ujar Muslim.
Sementara itu, Ketua Divisi Lingkungan Gawah Bunut Baok, Amrillah, S.E., M.M., M.E., mengatakan persoalan lingkungan tidak mungkin diselesaikan dalam waktu singkat. Namun, masyarakat tetap dapat berkontribusi melalui langkah-langkah kecil dan berkelanjutan.
Ubah Masalah Jadi Peluang Ekonomi
Ia mendorong agar persoalan lingkungan tidak hanya dilihat sebagai beban, tetapi juga dapat diubah menjadi peluang ekonomi.
“Walaupun permasalahan lingkungan tidak bisa kita selesaikan dalam jangka pendek, kita tetap harus berupaya ikut berkontribusi mengubah masalah menjadi peluang,” kata Amrillah.
Menurut dia, sampah yang selama ini dianggap tidak bernilai dapat diolah menjadi berbagai produk yang memiliki nilai guna dan nilai ekonomi, seperti tas, dompet dan produk industri kreatif lainnya.
Selain itu, limbah juga berpotensi dimanfaatkan untuk menghasilkan biogas yang dapat digunakan sebagai sumber energi alternatif.
Amrillah juga menekankan pentingnya membangun budaya pemilahan sampah sejak dari rumah tangga.
“Menangani sampah harus dimulai dari rumah tangga. Jangan semua masalah sampah berakhir di TPA, dan jangan pula masalah limbah berakhir di sungai. Kasihan alam ini, sudah sangat jenuh,” ujarnya.
Membangun Budaya Pilah Sampah
Menurut Amrillah, perubahan perilaku masyarakat menjadi salah satu kunci dalam menyelesaikan persoalan lingkungan. Karena itu, edukasi dan pembiasaan memilah sampah perlu dilakukan secara konsisten.
Ia berharap diskusi tersebut tidak berhenti sebagai forum bertukar gagasan, tetapi dapat dilanjutkan dengan program nyata yang melibatkan masyarakat.
Ke depan, Divisi Lingkungan Gawah Bunut Baok berencana mendorong berbagai kegiatan yang berkaitan dengan edukasi lingkungan, pengelolaan sampah, pemanfaatan limbah, konservasi, hingga pengembangan potensi ekonomi berbasis lingkungan.
Membuka Peluang Kolaborasi
Dalam diskusi tersebut juga muncul gagasan untuk membangun kerja sama dengan berbagai pihak, mulai dari pemerintah, BUMN, NGO atau lembaga swadaya masyarakat, dunia usaha, perguruan tinggi hingga komunitas lingkungan.
Kolaborasi dinilai penting karena persoalan lingkungan membutuhkan keterlibatan banyak pihak dan tidak dapat dibebankan hanya kepada masyarakat.
Perkumpulan Gawah Bunut Baok sendiri merupakan organisasi yang bergerak di bidang sosial dan lingkungan serta berkedudukan di Desa Bunut Baok, Kecamatan Praya, Kabupaten Lombok Tengah.
Organisasi tersebut memiliki sejumlah divisi, di antaranya Divisi Ekonomi Kreatif, Divisi Lingkungan, Divisi UMKM, Divisi Perempuan dan Anak, serta Divisi Seni dan Budaya.
Melalui Divisi Lingkungan, Gawah Bunut Baok berharap dapat membangun kesadaran masyarakat bahwa menjaga lingkungan bukan hanya kewajiban, tetapi juga dapat membuka peluang inovasi, pemberdayaan dan peningkatan ekonomi masyarakat.
Diskusi perdana ini menjadi titik awal untuk merumuskan langkah konkret dalam membangun lingkungan Desa Bunut Baok yang lebih bersih, sehat, produktif dan berkelanjutan.*
.jpg)
Posting Komentar