Sinergi Tata Kelola, BNN Siap Diaudit BPK Guna Optimalkan Program P4GN
JAKARTA, MediaEkspresi.id – Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN RI) menyatakan kesiapannya untuk menjalani audit kinerja yang dilakukan oleh Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI). Langkah ini diambil sebagai komitmen BNN dalam mewujudkan tata kelola lembaga yang bersih, transparan, dan akuntabel, sekaligus demi mengoptimalkan program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN).
Kesiapan tersebut ditandai dengan digelarnya Soft Entry Meeting Pelaksanaan Audit Kinerja atas Program P4GN Tahun 2024 hingga Semester I Tahun 2026. Pertemuan ini berlangsung di Gedung Tan Satrisna BNN, Cawang, Jakarta Timur, pada Senin (13/7).
Hadir dalam pertemuan tersebut Inspektur Utama (Irtama) BNN RI, Dicky Kusumawardhana, beserta jajaran Deputi BNN RI, yang menyambut langsung Direktur Pemeriksaan I B BPK RI, Totok Sucahyo, beserta Tim Pemeriksa BPK RI.
Sarana Evaluasi dan Peningkatan Kinerja
Dalam sambutannya, Irtama BNN RI Dicky Kusumawardhana menegaskan bahwa audit yang dilakukan oleh BPK bukan sekadar pemenuhan amanat konstitusi. Lebih dari itu, pemeriksaan ini dipandang sebagai instrumen penting untuk mengevaluasi efektivitas program kerja di lapangan.
"Pemeriksaan ini merupakan bagian penting dari upaya perbaikan berkelanjutan dalam penyelenggaraan tugas dan fungsi BNN," ujar Dicky.
Ia menambahkan bahwa audit ini diharapkan mampu memperkuat sistem pengendalian intern, meningkatkan kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan, serta mendorong peningkatan kualitas kinerja organisasi secara menyeluruh.
Dicky juga menyoroti dinamisnya tantangan dalam menanggulangi kejahatan narkotika saat ini. Menurutnya, perubahan modus operandi yang cepat menuntut BNN untuk terus mengevaluasi setiap langkah taktis dan strategisnya agar tetap relevan, memberikan manfaat optimal bagi masyarakat, serta selaras dengan tujuan nasional.
Komitmen Transparansi Selama 51 Hari Proses Audit
Merespons kesiapan BNN, Direktur Pemeriksaan I B BPK RI, Totok Sucahyo, memberikan apresiasi dan berharap proses audit yang dijadwalkan berlangsung selama 51 hari ke depan dapat berjalan dengan lancar dan kooperatif.
Totok menekankan pentingnya akses keterbukaan informasi demi keakuratan hasil audit. Pihaknya mengharapkan dukungan penuh dari BNN berupa penyediaan data, dokumen, serta informasi yang dibutuhkan secara lengkap dan transparan.
"Dukungan tersebut sangat penting agar Tim Pemeriksa memperoleh gambaran yang utuh mengenai pelaksanaan Program P4GN," ungkap Totok. Keterbukaan ini diharapkan dapat menghasilkan rekomendasi yang komprehensif, tajam, serta mampu mendukung peningkatan efektivitas dan efisiensi kinerja BNN ke depan.
Melalui sinergi erat yang terbangun antara BNN dan BPK dalam audit kinerja ini, kedua lembaga optimis akan melahirkan rekomendasi-rekomendasi konstruktif. Upaya bersama ini diharapkan mampu memperkuat tata kelola organisasi, mengoptimalkan dampak nyata program P4GN di tengah masyarakat, serta mengukuhkan BNN sebagai lembaga yang profesional, akuntabel, transparan, dan berintegritas.
• Red
.jpg)
Posting Komentar