Pipa Pertamina di Bantaran Sungai Ciherang Terekspos Longsor, Warga Cabangbungin Waswas
BEKASI, MediaEkspresi.id – Kondisi infrastruktur vital milik PT Pertamina di bantaran Sungai Ciherang, Kampung Pulo Landak, Desa Sindangsari, Kecamatan Cabangbungin, Kabupaten Bekasi, kini menjadi ancaman nyata bagi warga. Akibat longsor yang mengikis sempadan sungai, pipa distribusi sepanjang kurang lebih 10 meter terekspos ke permukaan tanpa pelindung tanah, Jumat (15/5/2026).
Pantauan di lokasi menunjukkan badan pipa terlihat jelas akibat abrasi yang kian parah. Kondisi ini memicu kekhawatiran masyarakat akan potensi kerusakan fisik maupun kebocoran yang dapat berdampak fatal bagi keselamatan jiwa dan ekosistem sungai.
Tokoh masyarakat setempat, Samit (50), menyatakan bahwa kerentanan ini tidak bisa dibiarkan. Ia merujuk pada insiden serupa yang pernah terjadi di Kampung Putat, di mana dugaan kebocoran pipa sempat mengeluarkan semburan lumpur panas dan memicu kepanikan massal.
“Sekarang pipanya sudah terbuka seperti ini. Kalau sampai terjadi kebocoran, tentu sangat berbahaya untuk warga dan lingkungan. Jangan sampai menunggu kejadian dulu baru ada penanganan,” tegas Samit saat ditemui di lokasi, Jumat (15/5).
Desakan Mitigasi dan Penguatan Infrastruktur
Warga menilai pihak Pertamina kurang responsif dalam mengantisipasi dampak abrasi sungai terhadap jalur pipa tersebut. Mengingat lokasi tersebut merupakan area rawan longsor, masyarakat mendesak adanya langkah teknis segera, seperti pemasangan cerucuk atau pemancangan untuk memperkuat bantaran sungai.
Selain ancaman ledakan atau kebakaran, warga juga mengkhawatirkan dampak ekologis jika terjadi kebocoran. Sungai Ciherang merupakan sumber daya penting yang ekosistemnya harus terjaga dari pencemaran material minyak atau gas.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak PT Pertamina mengenai rencana penanganan darurat atau langkah mitigasi jangka panjang di lokasi tersebut. Warga berharap perusahaan negara tersebut segera turun ke lapangan sebelum potensi risiko berubah menjadi bencana.
Reporter: Saimbar


Posting Komentar