Pakar Ekonomi Minta Semua Pihak Tak Asal Tolak Investasi di Aceh
NAGAN RAYA, MediaEkspresi.id – Pakar ekonomi Aceh sekaligus tokoh Ikatan Kekeluargaan Beutong (IKB), Usman Bakar, meminta semua pihak untuk tidak terburu-buru mengambil sikap menolak masuknya investasi ke daerah, termasuk di sektor pertambangan.
Menurut Putra Beutong tersebut, setiap rencana investasi seharusnya dikaji dan dipelajari secara mendalam terlebih dahulu sebelum memunculkan sikap penolakan. Kajian yang objektif dinilai sangat penting untuk memetakan dampak ekonomi, sosial, maupun lingkungan secara adil.
“Semua pihak harus mengkaji dan mempelajari terlebih dahulu prospek investasi, termasuk alasan mendasar kenapa sebuah investasi ditolak. Jika setelah dikaji ternyata investasi tersebut mampu menjaga ekosistem dan alam sekitar, saya pikir tidak ada alasan untuk menolak,” ujar Usman Bakar kepada media, [Hari/Tanggal].
Dampak Multiplier Effect bagi Ekonomi Daerah
Usman menegaskan bahwa kehadiran investasi memiliki kontribusi besar terhadap akselerasi pertumbuhan ekonomi daerah. Selain mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD), investasi juga menjadi solusi strategis dalam membuka lapangan kerja bagi masyarakat lokal.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa manfaat investasi tidak melulu terbatas pada penyerapan tenaga kerja langsung oleh perusahaan (efek primer), melainkan juga menciptakan efek berantai (multiplier effect) bagi sektor ekonomi informal di sekitar wilayah operasional.
“Membuka lapangan kerja itu bukan hanya tentang bekerja di dalam perusahaan investasi tersebut. Siklus ekonomi di wilayah setempat otomatis akan ikut bergeliat. Perputaran uang yang tinggi di pasar lokal akan berdampak langsung pada peningkatan pendapatan masyarakat,” tambahnya.
Berdasarkan Kajian Ilmiah
Ia juga memaparkan data empiris dari berbagai hasil penelitian pakar ekonomi. Berdasarkan literatur yang ada, daerah-daerah yang terbuka terhadap investasi yang terukur umumnya menunjukkan performa pertumbuhan ekonomi yang jauh lebih positif ketimbang daerah yang minim investasi.
“Hasil penelitian menunjukkan bahwa di mana suatu daerah terdapat investasi, masyarakat di daerah tersebut cenderung lebih maju dan memiliki taraf pendapatan yang lebih tinggi,” jelas Usman.
Menutup keterangannya, Usman Bakar mengajak seluruh elemen masyarakat, pemangku kebijakan, dan pihak terkait untuk duduk bersama dalam menyikapi setiap rencana investasi yang masuk. Langkah dialogis ini diperlukan agar keputusan yang diambil murni berbasis kajian ilmiah serta demi kepentingan jangka panjang daerah.
“Oleh karena itu, kita perlu duduk bersama dan tidak asal menolak setiap prospek kemajuan yang akan hadir,” pungkasnya.
Reporter: Sofyan
.jpg)
Posting Komentar