LAAB Kecam Pernyataan KontraS Sumut Terkait Sinergitas Keamanan di Belawan
BELAWAN, MediaEkspresi.id - Lembaga Asli Anak Belawan (LAAB) menyatakan sikap tegas terhadap narasi yang dikeluarkan oleh KontraS Sumatera Utara terkait situasi keamanan di wilayah hukum Belawan. LAAB menilai pernyataan KontraS cenderung menyudutkan institusi keamanan dan tidak berpijak pada realitas ancaman kriminalitas yang dihadapi warga sehari-hari.
Berikut adalah laporan lengkap mengenai pernyataan sikap LAAB:
LAAB Kecam Narasi KontraS Sumut: Dukung Penuh Sinergitas POMAL dan Kapolres Belawan dalam Memberantas Kriminalitas
Menanggapi rilis pers KontraS Sumatera Utara pada Rabu (29/04/2026), Ketua Umum LAAB, Ustadz Muhammad Nabawi, mengecam keras tuduhan mengenai "Ilusi Keamanan" dan "Militerisasi" di Belawan. Menurutnya, pandangan tersebut merupakan bentuk "teori di atas luka masyarakat" yang tidak memahami penderitaan warga akibat maraknya aksi begal, tawuran, dan premanisme.
Poin-Poin Pernyataan Sikap LAAB
LAAB menegaskan bahwa kehadiran Polisi Militer Angkatan Laut (POMAL) yang bersinergi dengan Polres Pelabuhan Belawan adalah langkah taktis yang konstitusional. Ustadz Nabawi merujuk pada UU No. 34 Tahun 2004 tentang Operasi Militer Selain Perang (OMSP) guna membantu Kamtibmas. "Menuding ini sebagai pelanggaran kewenangan adalah sikap yang abai terhadap keselamatan nyawa warga Belawan," tegasnya.
Perlindungan Nama Baik Institusi
LAAB menolak penggiringan opini yang menyebut adanya kekerasan berlebihan. Tindakan tegas terukur terhadap pelaku kriminal bersenjata tajam dinilai sebagai prosedur penyelamatan publik yang sah. LAAB memperingatkan bahwa menuduh aparat bertindak sewenang-wenang tanpa bukti hukum adalah bentuk pencemaran nama baik.
Prioritas Penegakan Hukum di Atas Retorika
Terkait argumen KontraS mengenai akar kemiskinan, LAAB menekankan pentingnya skala prioritas. Penegakan hukum harus menjadi pintu masuk sebelum pembangunan ekonomi. "Kita tidak bisa bicara pendidikan kalau anak sekolah takut keluar rumah karena ancaman senjata tajam," tambah Ustadz Nabawi.
Apresiasi Terhadap Kapolres Belawan dan Danpomal
Dukungan total diberikan kepada Kapolres Pelabuhan Belawan dan jajaran POMAL atas keberanian mereka melakukan penetrasi ke wilayah "zona merah". Bagi LAAB, situasi saat ini mencerminkan kehadiran negara (State Presence) yang nyata bagi masyarakat kecil, buruh, dan pedagang.
Seruan Kepada Warga Belawan
Ustadz Muhammad Nabawi mengimbau masyarakat untuk tidak terprovokasi oleh narasi pihak luar yang mencoba membenturkan warga dengan aparat keamanan. Ia meminta pihak-pihak tertentu untuk berhenti melakukan intervensi narasi yang dapat melemahkan semangat aparat dalam memberantas kejahatan.
"Kami atas nama masyarakat Belawan, melalui LAAB, menyatakan tetap berdiri di belakang POMAL dan Kapolres Belawan. Jangan korbankan ketenangan kami demi agenda populisme HAM yang sempit," pungkas Ustadz Muhammad Nabawi.
Reporter: Hendra Syahputra
.jpg)
Posting Komentar