Eti Herawati Resmi Ditetapkan Jadi Calon Anggota BPD Muara Bakti Nomor Urut 2 Keterwakilan Perempuan
BEKASI, MediaEkspresi.id – Panitia Pemilihan Anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Muara Bakti resmi menetapkan Eti Herawati sebagai calon anggota BPD periode 2026–2034 untuk unsur keterwakilan perempuan. Penetapan tersebut disahkan dalam Rapat Pleno Penetapan Calon Anggota BPD yang digelar di Aula Kantor Desa Muara Bakti, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, Rabu (13/5/2026).
Dalam pengundian tersebut, Eti Herawati mendapatkan Nomor Urut 2. Ia menjadi satu-satunya kader kesehatan desa yang maju dalam kontestasi ini dengan membawa modal rekam jejak sebagai peraih juara Posyandu tingkat Kecamatan Babelan pada tahun 2024.
Dalam keterangan tertulisnya, Eti menyatakan bahwa nomor urut yang didapatkannya bukan sekadar simbol administratif, melainkan sebuah tanggung jawab besar.
“Nomor Urut 2 bagi saya adalah amanah. Ini bukti bahwa perempuan Muara Bakti siap menjadi 'Gerbang Desa' yang menjaga APBDes agar benar-benar sampai ke Posyandu, ibu hamil, dan anak stunting,” ujar Eti saat ditemui usai rapat pleno.
Selama lima tahun terakhir, Eti dikenal aktif sebagai kader Posyandu di Dusun Muara Bakti. Ia terlibat langsung dalam berbagai program krusial seperti penurunan angka stunting, penimbangan balita, serta edukasi kesehatan ibu dan anak.
Mengusung tagline “Perempuan Gen-Z, Gerbang Desa”, Eti berkomitmen membawa semangat kolaborasi dan transparansi ke dalam lembaga BPD. Ia menilai BPD memiliki peran strategis dalam mengawasi jalannya roda pemerintahan dan menyalurkan aspirasi warga, khususnya terkait penggunaan anggaran desa.
Melalui visi utamanya, Eti bertekad mewujudkan BPD Muara Bakti yang aspiratif, kolaboratif, melayani, dan amanah. Ia menegaskan fokusnya untuk mengawal anggaran kesehatan, pendidikan, dan pemberdayaan perempuan agar tepat sasaran.
Selain itu, ia juga meluncurkan program misi bernama “Jaring Asmara” (Jemput Aspirasi Ibu dan Anak). Melalui program ini, ia berkomitmen untuk turun langsung ke setiap dusun secara berkala demi mendengar keluhan warga.
“Program ini akan dilakukan dengan turun langsung ke dusun setiap tiga atau enam bulan untuk mendengar keluhan warga, tanpa harus menunggu mereka datang ke kantor desa,” kata Eti menjelaskan.
Sebagai calon termuda dari keterwakilan perempuan, Eti membawa identitas generasi Z untuk merangkul pemilih muda dan ibu-ibu milenial. Menurutnya, keterwakilan perempuan di parlemen desa tidak boleh hanya menjadi pelengkap kuota, melainkan harus menjadi penentu arah kebijakan.
“Banyak persoalan desa itu urusannya dengan dapur, anak, dan kesehatan. Siapa yang paling tahu? Ya kami, para perempuan. Karena itu suara kami harus ada di meja keputusan,” tegasnya.
Sementara itu, pihak panitia memastikan proses penetapan berjalan lancar dan sesuai tahapan yang berlaku. Ketua Panitia Pemilihan BPD Muara Bakti, Marjuki, menyebutkan bahwa seluruh calon yang ditetapkan telah lolos seluruh persyaratan administrasi dan verifikasi faktual.
Di akhir pernyataannya, Eti mengajak seluruh warga, khususnya kaum perempuan, untuk mengawal ketat proses pemilihan ini hingga hari pemungutan suara demi menghasilkan struktur BPD yang kredibel untuk masa jabatan delapan tahun ke depan.
“Suara ibu-ibu adalah masa depan Muara Bakti. Mari kita jaga bersama agar tidak ditukar dengan uang lima puluh ribu yang habis dalam sehari. Bukan hanya dicontoh, tapi berani menjadi contoh. Mohon doa dan kawal bersama,” pungkasnya.
Dengan penetapan resmi ini, tahapan pemilihan BPD Muara Bakti memasuki masa kampanye. Masyarakat diharapkan dapat menilai para calon berdasarkan rekam jejak dan kerja nyata demi kemajuan desa.
Reporter: Saimbar

Posting Komentar