Cegah Puso, Ratusan Petani di Cabangbungin Kompak Perbaiki Tanggul Kali Butek yang Jebol
BEKASI, MediaEkspresi.id – Ratusan warga bersama para petani dari tiga desa di Kecamatan Cabangbungin, Kabupaten Bekasi, bahu-membahu melakukan perbaikan darurat pada tanggul Kali Butek Irigasi SS yang jebol di Desa Sindangjaya. Aksi gotong royong ini dilakukan guna menyelamatkan puluhan hektare lahan persawahan dari ancaman kekeringan dan gagal panen (puso), Selasa (5/5/2026).
Kerusakan infrastruktur pengairan tersebut dilaporkan cukup signifikan. Arus air yang deras menggerus dinding tanggul hingga mengakibatkan lubang besar yang mengancam distribusi air ke lahan pertanian warga.
Penanganan Darurat Secara Swadaya
Dengan peralatan seadanya, puluhan warga dari Desa Suka Indah, Desa Sindangsari, dan Desa Sindangjaya bergerak cepat melakukan kerja bakti. Mereka menggunakan ribuan karung berisi tanah serta kawat beronjong untuk membendung aliran air agar kembali masuk ke saluran irigasi.
Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Desa Sindangjaya, M. Syahroni, menjelaskan bahwa langkah cepat ini diambil mengingat kondisi tanaman padi milik warga sedang dalam masa pertumbuhan krusial.
"Kurang lebih lebar 10 meter dengan kedalaman 5 meter tanggul yang tergerus air. Ini membutuhkan gerak cepat untuk membendungnya, mengingat tanaman padi kami masih berumur 45 hingga 70 Hari Setelah Tanam (HST) dan sangat membutuhkan asupan air," ujar Syahroni di sela-sela kegiatan.
Kolaborasi Lintas Desa dan Instansi
Upaya perbaikan ini tidak hanya melibatkan masyarakat sipil, tetapi juga mendapat dukungan dari petugas Perum Jasa Tirta (PJT). Sinergi antara petani dan petugas di lapangan menjadi kunci keberhasilan penanganan darurat yang ditargetkan rampung pada hari ini juga.
Berikut adalah rincian teknis kerusakan yang ditangani:
• Lokasi: Kali Butek Irigasi SS, Desa Sindangjaya.
• Dimensi Kerusakan: Lebar ±10 meter, Kedalaman ±5 meter.
• Material Penanganan: Karung tanah dan kawat beronjong.
• Pihak Terlibat: Petani 3 Desa (Suka Indah, Sindangsari, Sindangjaya) dan Petugas PJT.
Meskipun penanganan bersifat darurat, semangat gotong royong warga berhasil menekan risiko kerugian petani lebih lanjut. Warga berharap adanya perhatian lebih lanjut dari pemerintah daerah terkait penguatan permanen pada tanggul tersebut agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang, terutama saat debit air meningkat.
Reporter: Saimbar
.jpg)
Posting Komentar