Skandal Dana BOS Pengadaan AC Menguat, Oknum Operator Disorot
.jpg)
Ilustrasi
BEKASI, MediaEkspresi.id - Dugaan skandal Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di SDN Lenggahjaya 01, Kecamatan Cabangbungin, Kabupaten Bekasi, kian menguat dan memicu gelombang kecurigaan publik. Seorang oknum operator berinisial T kini menjadi sorotan utama, diduga bukan sekadar menjalankan tugas administratif, melainkan “mengendalikan” anggaran BOS tahun 2026 secara tidak semestinya.
Indikasi dugaan penyimpangan mencuat dari mandeknya pengadaan fasilitas sekolah berupa tiga unit pendingin ruangan (AC) yang hingga kini diduga belum terealisasi, meski anggaran disebut telah tersedia penuh.
Seorang warga dengan nada keras menilai kondisi ini bukan lagi sekadar kelalaian, melainkan sudah mengarah pada dugaan penyelewengan.
“Pengadaan AC 3 unit itu sampai sekarang belum dibelikan, dengan angka satu unit AC Rp 10 juta, semua total jumlahnya Rp 30 juta, alasannya barangnya mahal padahal anggarannya sudah ada,” tegasnya, Senin (13/4/2026).
Ia bahkan secara terbuka menduga adanya praktik tidak beres dalam pengelolaan dana tersebut.
“Kalau alasannya barang mahal, itu tidak masuk akal. Uangnya ada tapi barang tidak ada, ini patut diduga ada yang ‘dimainkan’. Jangan sampai dana BOS jadi ajang bancakan oknum,” ujarnya.
Kondisi ini memicu kemarahan publik yang menilai adanya indikasi kuat penyalahgunaan kewenangan. Yang berpotensi merugikan uang negara serta mengorbankan hak siswa atas fasilitas pendidikan yang layak.
Peran oknum operator yang semestinya hanya administratif diduga melampaui batas, hingga terkesan mengendalikan penuh aliran dana BOS tanpa pengawasan yang jelas.
Desakan pun menguat agar Aparat Penegak Hukum (APH) segera turun tangan, melakukan audit investigatif, serta menelusuri aliran dana secara menyeluruh. Masyarakat menilai, sikap bungkam dan tidak transparan justru menjadi sinyal kuat adanya dugaan yang perlu dibongkar.
Hingga berita ini dipublikasikan, saat dikonfirmasi melalui pesan singkat oknum operator inisial T tersebut enggan memberikan jawaban alias bungkam.
Sikap diam tersebut dinilai memicu kecurigaan publik. Alih-alih memberikan klarifikasi, yang bersangkutan terkesan menghindar, seolah menutup rapat informasi terkait penggunaan anggaran pendidikan yang seharusnya digunakan secara transparan.
Kini publik terus menanti keberanian aparat dalam membongkar dugaan skandal pengadaan dana BOS yang dinilai telah mencoreng dunia pendidikan tersebut.
Reporter: Saimbar
Posting Komentar