Gubernur NTB: Tidak Ada Sekat Antara Warga Asli dan Keturunan, Kita Satu Kesatuan
MATARAM, MediaEkspresi.id — Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Lalu Muhamad Iqbal, menegaskan komitmennya dalam menjaga harmoni sosial di wilayahnya. Ia menyatakan bahwa tidak ada lagi sekat atau pembatas antara warga asli dan warga keturunan di NTB. Hal ini ditegaskannya saat menghadiri acara Halal Bihalal dan Silaturahmi Ikatan Keluarga Bundo Kanduang (IKBK) di Rumah Gadang IKBK, Minggu (12/4).
Dalam sambutannya, Gubernur Iqbal menyoroti karakter masyarakat NTB yang inklusif. Menurutnya, siapa pun yang menaruh hati dan memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan daerah secara otomatis adalah bagian dari keluarga besar masyarakat NTB.
Budaya Tanpa Istilah "Pendatang"
Salah satu poin menarik yang diungkapkan Gubernur adalah hasil penelusuran literatur dan diskusinya dengan para tokoh masyarakat. Ia menemukan sebuah fakta sosiolinguistik yang mendalam: tidak ditemukannya istilah "pendatang" dalam bahasa Sasak maupun bahasa daerah di Pulau Sumbawa.
"Ini adalah bukti otentik bahwa nilai penerimaan dan keterbukaan sudah mendarah daging dalam budaya lokal kita. Sejak dulu, kita tidak mengenal konsep orang asing di tanah ini," ujar Lalu Muhamad Iqbal.
Jejak Sejarah dan Integrasi Sosial
Gubernur memaparkan bahwa kemajemukan NTB bukanlah hal baru, melainkan hasil dari interaksi sejarah yang panjang. Pengaruh dari kerajaan Majapahit hingga migrasi suku Bugis dan Makassar telah membentuk fondasi sosial NTB yang berwarna.
Ia mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya warga keturunan Minang yang tergabung dalam IKBK, untuk terus merawat tenun kebangsaan tersebut.
“Kita hidup di sini dalam semangat toleransi yang tinggi. Saya yakin Bapak dan Ibu tetap memilih bertahan di sini karena merasakan betapa hangat dan terbukanya masyarakat NTB dalam menyambut saudara-saudaranya,” tambahnya.
Mendorong Pembangunan Inklusif
Menutup arahannya, Gubernur mendorong keluarga besar IKBK untuk tidak sekadar menjadi bagian dari populasi, tetapi menjadi motor penggerak pembangunan daerah. Pemerintah Provinsi NTB berharap momentum Halal Bihalal ini menjadi katalisator bagi kolaborasi yang lebih erat dalam mewujudkan pembangunan yang harmonis dan inklusif bagi seluruh lapisan warga.
Reporter: Amirillah
Sumber: Pemprov NTB
.jpg)

Posting Komentar