Optimalkan Pelayanan di Tengah Kebijakan WFH, Pemdes Tegalwaru Tekankan Profesionalisme Aparatur
KARAWANG, MediaEkspresi.id – Pemerintah Desa Tegalwaru, Kecamatan Cilamaya Wetan, Kabupaten Karawang, kembali menggelar rapat koordinasi mingguan (Minggon) di aula kantor desa pada Rabu (08/04/2026). Pertemuan ini menjadi krusial karena membahas penyesuaian skema kerja aparatur menyusul terbitnya Surat Edaran (SE) terbaru dari dinas terkait.
Rapat dipimpin langsung oleh Kepala Desa Tegalwaru, Hj. Euis Herawati, dan dihadiri oleh seluruh jajaran perangkat desa serta unsur lembaga desa. Fokus utama pembahasan tertuju pada implementasi kebijakan Work From Home (WFH) yang akan dimulai pada Senin mendatang, serta instruksi mengenai moda transportasi ramah lingkungan bagi pegawai.
Penerapan WFH dan Komitmen Pelayanan Publik
Menanggapi kebijakan WFH yang akan diberlakukan, Hj. Euis Herawati menegaskan bahwa perubahan lokasi kerja bukan berarti penurunan produktivitas. Beliau menginstruksikan agar seluruh aparatur tetap menjaga responsivitas terhadap kebutuhan warga.
“Penerapan WFH tidak boleh mengurangi kualitas pelayanan kepada masyarakat. Aparatur desa harus tetap profesional dan responsif dalam menjalankan tugas. Sistem koordinasi digital akan diperkuat agar setiap urusan administrasi warga tetap tertangani dengan cepat,” tegas Hj. Euis dalam arahannya.
Inisiasi Transportasi Ramah Lingkungan
Selain pola kerja, Minggon kali ini menyoroti instruksi khusus mengenai penggunaan transportasi menuju kantor. Aparatur desa diimbau untuk beralih menggunakan:
• Sepeda sebagai penunjang pola hidup sehat.
• Angkutan Umum guna menekan angka emisi karbon di wilayah Karawang.
Langkah ini dipandang sebagai upaya strategis Pemerintah Kabupaten Karawang dalam memitigasi polusi udara. Hj. Euis berharap para perangkat desa mampu menjadi role model bagi masyarakat dalam mengadopsi gaya hidup yang lebih hijau.
Kesiapan Implementasi
Melalui forum rutin ini, Pemdes Tegalwaru memastikan adanya kesepahaman visi di antara seluruh perangkat desa. Dengan kesiapan teknis dan mentalitas pelayanan yang kuat, diharapkan roda pemerintahan desa tetap berjalan optimal meskipun terdapat transisi kebijakan kerja.
Kegiatan Minggon ditutup dengan sesi evaluasi kinerja mingguan untuk memastikan program-program pembangunan desa tetap berjalan sesuai target yang telah ditetapkan.
• Red
.jpg)

Posting Komentar