Kerja Fleksibel, Aksi Maksimal: Sinergi Kecamatan Medan Deli dan Warga Komplek Barakuda dalam Gotong Royong Massal
BELAWAN, MediaEkspresi.id – Semangat gotong royong kembali bergelora di wilayah Belawan. Mengusung konsep produktivitas di tengah kebijakan kerja fleksibel, aparatur Kecamatan Medan Deli bersama warga Komplek AL Barakuda menggelar aksi kebersihan massal pada Jumat (24/04/2026).
Kegiatan ini bukan sekadar rutinitas, melainkan wujud nyata optimalisasi kebijakan Work From Home (WFH) yang diarahkan pada aksi sosial berdampak langsung bagi masyarakat. Sebanyak 166 peserta terjun langsung ke lapangan untuk memastikan lingkungan yang lebih sehat dan asri.
Kolaborasi Lintas Unsur
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Camat Medan Deli, M. Aidiel Putra Pratama, SSTP, MSP. Kehadiran pimpinan wilayah ini mempertegas komitmen pemerintah dalam mendukung gerakan berbasis komunitas.
Berikut adalah rincian partisipasi personel dalam aksi gotong royong tersebut: Unsur Partisipan Jumlah Personel, Kepala Lingkungan (Kepling) 92 Orang, Aparatur Sipil Negara (ASN) 32 Orang, Personel P3SU 27 Orang, Unsur SDAMBK 15 Orang dan Total Peserta 166 Orang
Fokus Utama: Normalisasi dan Mitigasi Banjir
Mengingat kondisi cuaca yang tidak menentu, fokus utama aksi kali ini adalah pada titik-titik rawan genangan. Para peserta bahu-membahu melakukan pembersihan sampah yang menyumbat aliran air dan melakukan normalisasi drainase di sepanjang kawasan pemukiman padat penduduk.
"Upaya ini merupakan langkah preventif yang krusial. Kita tidak hanya membersihkan permukaan, tetapi memastikan sistem drainase berfungsi optimal untuk mengantisipasi potensi banjir," ujar salah satu koordinator lapangan.
Selain drainase, penataan estetika lingkungan juga dilakukan guna menciptakan suasana hunian yang nyaman bagi warga Komplek AL Barakuda.
Membangun Kesadaran Kolektif
Lebih dari sekadar membersihkan parit, kegiatan ini bertujuan untuk menanamkan kesadaran kolektif akan pentingnya menjaga kebersihan secara berkelanjutan. Keberhasilan program ini menjadi indikator kuat bahwa kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat adalah kunci utama dalam penyelesaian masalah lingkungan di tingkat lokal.
Pemanfaatan waktu kerja fleksibel (WFH) untuk kegiatan produktif seperti ini diharapkan dapat menjadi role model bagi wilayah lain dalam mengubah kebijakan administratif menjadi aksi nyata di tengah publik.
Reporter: Hendra Syahputra
.jpg)
Posting Komentar