Inovasi Digitalisasi Desa, Kabupaten OKI Raih Juara I TP2DD Award 2026
PALEMBANG, MediaEkspresi.id – Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) mengukuhkan posisinya sebagai pionir transformasi digital di Sumatera Selatan. Melalui inovasi Digitalisasi Desa dan program Internet Gotong Royong, Kabupaten OKI berhasil menyabet gelar Juara Pertama Lomba Karya Tulis pada ajang TP2DD Championship 2026 tingkat Provinsi Sumatera Selatan yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia.
Penghargaan bergengsi tersebut diserahkan langsung oleh Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia, M. Aries Permadi, bersama Asisten Deputi Pengembangan BUMN Bidang Pariwisata dan Telekomunikasi, Puji Gunawan, dalam agenda Evaluasi Kinerja TP2DD se-Sumatera Selatan di Hotel Excelton Palembang, Selasa (7/4/2026).
Kolaborasi Strategis Lintas Sektoral
Kemenangan ini merupakan buah pemikiran tim ahli Kabupaten OKI yang dipimpin oleh Muttaqin Noviandy Shariff, M.Kom (Sekretaris Dinas Komunikasi dan Informatika), beranggotakan Rico Abot, S.P., M.M. (Kabid Pengkajian dan Pengembangan BPPD), serta Deddy Rezano A, M.Kom (Pranata Komputer Ahli Muda BPKAD).
Dalam karya tulisnya, tim menekankan bahwa infrastruktur internet bukan sekadar fasilitas, melainkan fondasi utama untuk:
• Akselerasi Layanan Publik: Mempercepat birokrasi hingga tingkat desa.
• Inklusi Ekonomi: Memperluas akses digital bagi pelaku UMKM lokal.
• Pemerataan Pendidikan: Mendukung akses informasi bagi pelajar di wilayah pelosok.
Internet Gotong Royong: Solusi Cerdas Blank Spot
Salah satu poin krusial yang mencuri perhatian dewan juri adalah program Internet Gotong Royong. Program ini merupakan model kolaborasi unik antara Pemkab OKI dan Telkomsel untuk mengatasi kendala sinyal di wilayah terpencil.
"Pendekatan kolaboratif ini melibatkan pemerintah desa yang menyiapkan infrastruktur pasif seperti menara Wi-Fi atau pemanfaatan bangunan tinggi warga sebagai titik penguat sinyal, sementara operator menyediakan jaringan," tulis tim dalam laporannya.
Strategi ini terbukti efektif mengubah wilayah blank spot menjadi zona digital aktif, yang secara langsung berdampak pada peningkatan transaksi elektronik daerah.
Dorong Ekonomi Lewat Digitalisasi
Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia, M. Aries Permadi, menjelaskan bahwa evaluasi TP2DD tahun ini tidak hanya menitikberatkan pada angka indeks semata, tetapi pada dampak riil digitalisasi terhadap masyarakat.
“Infrastruktur internet yang merata adalah kunci agar desa dapat mengakses layanan publik digital dan peluang ekonomi baru. Apa yang dilakukan OKI menunjukkan bahwa digitalisasi dapat mendorong ekonomi daerah secara transparan dan akuntabel,” ujar Aries.
Komitmen Berkelanjutan
Prestasi ini menjadi katalisator bagi Pemkab OKI untuk terus memperkuat implementasi Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD). Keberhasilan ini membuktikan bahwa keterbatasan geografis bukan penghalang menuju transformasi digital, asalkan tercipta sinergi yang kuat antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat.
Reporter: S. Nasution
.jpg)
Posting Komentar