Adu Panggung Layanan Mobil Pengantin di Purwakarta, JM: Sinyal Keretakan Gerindra vs PSI?
PURWAKARTA, MediaEkspresi.id – Harmoni kepemimpinan di Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, kini tengah menjadi sorotan tajam publik. Program penyediaan mobil pengantin gratis bagi warga, yang semula dianggap sebagai inovasi pelayanan publik, kini justru dinilai sebagai ajang "adu panggung" kekuatan politik antara Bupati dan Wakil Bupati.
Inisiasi Personal vs Kebijakan Dinas
Persaingan terselubung ini bermula saat Wakil Bupati Purwakarta, Abang Ijo Hapidin, meluncurkan inisiatif pribadi berupa penyediaan kendaraan pengantin gratis. Program yang mencakup fasilitas sopir dan tim pendamping ini dikelola langsung melalui kanal media sosial dan kediaman pribadinya untuk membantu warga menekan biaya pernikahan.
Tak berselang lama, Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein (Om Zein), meluncurkan kebijakan serupa dengan skala yang lebih luas. Bupati menginstruksikan penggunaan mobil dinas kepala dinas, hingga berkoordinasi untuk memfasilitasi penggunaan mobil dinas Dandim dan Kapolres bagi pasangan yang menikah secara sederhana di KUA. Selain unit kendaraan, Bupati juga memberikan stimulus berupa bantuan uang tunai.
Dua Komando dalam Satu Atap
Fenomena ini memicu kritik mengenai adanya "dua komando" dalam satu pemerintahan. Alih-alih diintegrasikan menjadi program satu pintu, kedua tokoh ini justru berjalan dengan skema masing-masing.
Ketegangan makin mencuat setelah Wakil Ketua DPW PSI Jawa Barat, Ronald A. Sinaga (Bro Ron), melontarkan kritik pedas terhadap kebijakan Bupati Binzein yang dianggap memperketat izin hajatan warga. Hal ini dianggap kontradiktif dengan semangat mempermudah masyarakat yang digaungkan pemerintah daerah.
Analisis Pengamat: "Umpan Lambung" ke Jakarta
Tokoh muda sekaligus pengamat kebijakan publik, Ferry Alexa atau yang akrab disapa Jambul Merah (JM), melihat fenomena ini bukan sekadar masalah teknis pelayanan. Menurutnya, ada aroma persaingan partai besar di balik layar.
"Sepertinya di Purwakarta sedang terjadi gesekan PSI vs Gerindra. Apakah kritik dari Bro Ron merupakan pertanda pecahnya kongsi PSI dan Gerindra di tingkat pusat?" ujar JM kepada media, Kamis (23/4/2026).
JM bahkan melontarkan dugaan tajam mengenai adanya koordinasi di internal PSI untuk menekan posisi Bupati.
"Sepertinya Bang Ijo menggunakan tangan Bro Ron untuk 'menggebuk' Binzein. Kecil kemungkinan tokoh nasional seperti Bro Ron menyoroti isu lokal Purwakarta tanpa adanya 'umpan lambung' dari daerah yang kemudian di-service keras dari Jakarta," pungkasnya.
Kepentingan Publik atau Politik?
Dualisme kebijakan ini menyisakan tanda tanya besar di masyarakat. Meski warga diuntungkan dengan fasilitas gratis, ketidakselarasan antara Bupati dan Wakil Bupati dikhawatirkan dapat menghambat efektivitas roda pemerintahan di masa mendatang.
Publik kini menunggu, apakah kedua pimpinan daerah ini akan mensinergikan program mereka, ataukah persaingan "mobil pengantin" ini hanyalah babak awal dari pecahnya koalisi politik di Purwakarta.
Reporter: Ramaldi/Tim
.jpg)
Posting Komentar