Unik! Satu Keluarga Mudik Gunakan Kostum Predator, Jadi Pusat Perhatian di Jalur Pantura
PEMALANG, MediaEkspresi.id – Momen mudik Lebaran selalu menyimpan cerita unik di setiap tahunnya. Selain menjadi ajang silaturahmi dan melepas rindu dengan kampung halaman, perjalanan mudik kerap menjadi panggung kreativitas bagi para pemudik. Salah satunya seperti yang dilakukan oleh Muhammad Haikal Ali (41), pemudik asal Desa Walangsanga, Kecamatan Warungpring, Pemalang, Jawa Tengah.
Pria yang akrab disapa Haikal ini mencuri perhatian pengguna jalan sepanjang jalur mudik dari Tangerang Selatan menuju Pemalang. Bukan tanpa alasan, ia nekat berkendara dengan mengenakan atribut lengkap karakter fiksi Predator.
Hobi dan Eksistensi Komunitas
Haikal, yang merupakan anggota komunitas Helm Predator Indonesia sejak 2016, mengaku aksi ini dilakukan untuk menambah keseruan perjalanan sekaligus mengikuti tren media sosial. Meski mengenakan kostum yang tampak gahar dan tebal, ia mengaku tetap merasa nyaman.
"Perjalanan dari Tangerang Selatan ke Pemalang saya lakukan dengan kostum Predator karena saya memang suka. Saya sudah mulai mengenakan kostum ini saat mudik sejak tahun 2018," ujar Haikal melalui sambungan telepon, Kamis (19/3/2026).
Terkait rasa gerah, ia justru memberikan testimoni yang mengejutkan. "Kalau cuaca panas justru terasa adem, apalagi di malam hari malah lebih nyaman. Saya tidak malu karena wajah tertutup topeng," tambahnya sembari tertawa.
Menembus Kemacetan Selama Dua Hari
Perjalanan mudik tahun ini dirasakan cukup menantang. Haikal berangkat bersama rombongan yang terdiri dari 10 anggota komunitas, termasuk anak laki-lakinya yang berusia 13 tahun serta istrinya.
• Rute: Tangerang Selatan – Pemalang (Via Jalur Pantura).
• Waktu Tempuh: 2 hari 1 malam (Akibat kemacetan parah di ruas Bekasi - Subang).
• Biaya Bensin: Sekitar Rp120.000 (Menggunakan sepeda motor).
Meski menjadi pusat perhatian, Haikal tetap mengedepankan keamanan. Ia menjelaskan bahwa kostum tersebut tidak dikenakan secara penuh sepanjang waktu guna menjaga suhu tubuh dan kenyamanan berkendara.
Pro dan Kontra di Jalanan
Mengenakan atribut mencolok tentu mengundang beragam reaksi dari masyarakat. Haikal tidak menampik adanya komentar miring yang menyebut aksinya terlalu berlebihan atau "norak". Namun, hal tersebut tidak menyurutkan semangatnya.
"Ada saja yang bilang norak, tapi banyak juga yang memberi jempol di jalan. Saya tetap konsisten karena menikmati hobi ini," pungkasnya.
Rencananya, Haikal juga akan mengenakan atribut yang sama saat melakukan perjalanan balik ke Tangerang nanti. Baginya, mudik dengan kostum Predator bukan sekadar gaya-gayaan, melainkan cara menciptakan kenangan tak terlupakan di hari kemenangan.
Reporter: Ragil
.jpg)
Posting Komentar