Sinergi Masyarakat dalam Pembinaan, Gereja Luar Lapas Dukung Layanan Ibadah di Cipinang
JAKARTA, MediaEkspresi.id – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Cipinang terus membuktikan komitmennya dalam menghadirkan pembinaan kepribadian yang inklusif. Meski di tengah suasana bulan suci Ramadan, pembinaan rohani bagi warga binaan Nasrani di Gereja Petrus tetap berjalan konsisten melalui penyesuaian jadwal yang efektif tanpa mengurangi esensi pelayanan.
Langkah ini diambil untuk memastikan hak beribadah setiap warga binaan terpenuhi secara layak, sekaligus menjaga ritme operasional lapas agar tetap kondusif.
Penyesuaian Jadwal: Fokus pada Ketertiban dan Efektivitas
Selama Ramadan, manajemen Lapas Cipinang melakukan penguatan tata kelola waktu ibadah. Berikut adalah rincian jadwal yang diterapkan:
• Senin – Kamis: Dilaksanakan dalam dua sesi (08.30–09.00 WIB dan 11.30–12.00 WIB).
• Jumat – Minggu: Berlangsung satu sesi, dengan prioritas pada slot waktu pagi hari.
Kepala Lapas Kelas I Cipinang, Wachid Wibowo, menegaskan bahwa penyesuaian ini merupakan bagian dari manajemen layanan yang profesional.
“Penyesuaian jadwal ini bukan pengurangan, melainkan penguatan manajemen layanan. Kami memastikan setiap warga binaan tetap memperoleh hak beribadah secara layak dan tertib. Pembinaan spiritual adalah fondasi pembentukan karakter,” tegas Wachid.
Kolaborasi Gereja Mitra: Wujud Sinergi Masyarakat
Salah satu poin penting dalam pembinaan tahun ini adalah meningkatnya keterlibatan masyarakat. Pada Selasa (3/3), perwakilan dari GPdI Shalom Bintaro turut hadir untuk memimpin pujian dan doa bersama. Kehadiran elemen masyarakat ini memberikan warna tersendiri dalam proses rehabilitasi mental para warga binaan.
Kepala Bidang Pembinaan, Iwan Setiawan, menjelaskan bahwa sistem pemasyarakatan tidak dapat berdiri sendiri tanpa dukungan publik.
“Pembinaan bukan hanya tanggung jawab petugas, tetapi juga melibatkan masyarakat. Kehadiran gereja mitra memperkuat dimensi sosial pembinaan dan menghadirkan dukungan moral yang positif,” jelas Iwan.
Dampak Nyata bagi Warga Binaan
Konsistensi ini menuai respon positif dari para warga binaan. JS, salah satu peserta ibadah, mengungkapkan bahwa rutinitas spiritual ini menjadi sumber kekuatan baginya selama menjalani masa pidana.
“Ibadah memberi ketenangan dan semangat baru. Lagu pujian dan doa bersama membantu saya memperbaiki diri dan memperdalam iman,” ungkap JS dengan penuh haru.
Mewujudkan Semangat PRIMA 2026
Pelaksanaan ibadah yang terkelola dengan baik ini merupakan implementasi nyata dari semangat PRIMA Pemasyarakatan:
• Profesional dalam pengelolaan.
• Responsif terhadap kebutuhan keagamaan.
• Integritas dalam pelayanan.
• Modern dan tertib.
• Akuntabel dalam pelaksanaan.
Hal ini juga sejalan dengan arah kebijakan Kerja Nyata 2026 yang berfokus pada pembinaan berdampak, di mana setiap program diharapkan mampu menghasilkan perubahan karakter yang nyata bagi warga binaan sebelum kembali ke tengah masyarakat.
• Red/Ragil
.jpg)

Posting Komentar