Sengkarut Program MBG di Lombok Timur: Temuan Salak Busuk dalam Paket Makanan Siswa Picu Kemarahan Publik
LOMBOK TIMUR, MediaEkspresi.id – Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Keruak, Lombok Timur, menuai kritik tajam setelah ditemukan sejumlah paket buah salak dalam kondisi membusuk dan tidak layak konsumsi. Temuan ini menyasar distribusi makanan yang dikelola oleh penyedia SPPG Mendana Raya, yang kini berada di bawah sorotan tajam masyarakat dan wali murid, 9/3/2026.
Kronologi dan Kondisi Fisik Temuan
Berdasarkan laporan di lapangan, buah salak yang dibagikan kepada anak-anak sekolah ditemukan dalam kondisi yang sangat memprihatinkan. Beberapa poin utama temuan meliputi:
• Perubahan Fisik: Tekstur buah sudah melunak/lembek dengan warna kulit dan daging yang berubah drastis.
• Aroma Tidak Sedap: Mengeluarkan bau menyengat khas proses pembusukan (fermentasi).
• Risiko Kesehatan: Kondisi tersebut dinilai membahayakan sistem pencernaan anak-anak jika tidak segera disadari oleh pihak sekolah.
Kegagalan Kontrol Kualitas (Quality Control)
Kejadian ini mengindikasikan adanya malafungsi pada sistem pengawasan di dapur penyedia. Program yang seharusnya menjadi standar peningkatan gizi nasional ini justru tercoreng oleh lemahnya seleksi bahan baku dan manajemen penyimpanan yang buruk.
"Ini bukan sekadar kelalaian teknis, melainkan bentuk pengabaian terhadap standar keamanan pangan yang telah ditetapkan pemerintah," ujar salah satu pengamat kebijakan publik setempat.
Tuntutan Evaluasi Menyeluruh
Masyarakat dan pihak sekolah mendesak adanya investigasi transparan terhadap seluruh rantai pasok SPPG Mendana Raya. Terdapat tiga poin krusial yang menuntut jawaban segera:
• Transparansi Pengadaan: Apakah proses seleksi vendor bahan baku sudah sesuai standar gizi?
• Standar Penyimpanan: Bagaimana prosedur cold storage atau penyimpanan buah dilakukan sebelum distribusi?
• Integritas Pelaksana: Apakah ada unsur kesengajaan dalam mendistribusikan barang berkualitas rendah demi menekan biaya?
Langkah Tegas Pemerintah Daerah
Kasus di Keruak ini menjadi alarm keras bagi Pemerintah Kabupaten Lombok Timur. Integritas program pusat sangat bergantung pada kapasitas pelaksanaan di tingkat daerah. Tanpa adanya sanksi tegas bagi penyedia jasa yang lalai, kepercayaan masyarakat terhadap program MBG terancam merosot.
Hingga berita ini diturunkan, pihak pengelola SPPG Mendana Raya diharapkan segera memberikan klarifikasi resmi dan melakukan langkah perbaikan konkret guna menjamin bahwa insiden "makanan tidak layak" ini tidak terulang kembali di masa mendatang.
Reporter: Sanusi
.jpg)
Posting Komentar