Pastikan Keamanan Pangan Ramadan, BBPOM Palembang Nyatakan Takjil di Kayuagung Bebas Bahan Berbahaya
KAYUAGUNG, MediaEkspresi.id — Guna menjamin ketenangan masyarakat dalam beribadah di bulan suci Ramadan, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Palembang bersama Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) menggelar inspeksi mendadak (sidak) keamanan pangan di kawasan Kayuagung, Jumat (6/3).
Berdasarkan hasil uji laboratorium lapangan terhadap puluhan sampel takjil, seluruh jajanan yang dijajakan pedagang dinyatakan aman dan layak konsumsi.
Uji Cepat di Lokasi (Rapid Test Kit)
Dengan mengerahkan unit Mobil Laboratorium Keliling, petugas mengambil sedikitnya 20 sampel makanan dan minuman yang populer di kalangan pemburu takjil. Fokus pengujian menyasar pada empat zat kimia berbahaya yang kerap disalahgunakan dalam pangan, yakni:
• Formalin (Pengawet)
• Boraks (Pengenyal)
• Rhodamin B (Pewarna merah tekstil)
• Kuning Metanil (Pewarna kuning tekstil)
Sampel yang diuji meliputi beragam komoditas seperti cendol, cincau, minuman berwarna mencolok, es campur, tahu isi, pempek, sosis, hingga bakso bakar. Hasilnya, seluruh sampel menunjukkan hasil negatif dari kandungan zat berbahaya tersebut.
Komitmen Pemerintah Daerah
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten OKI, Muhammad Lubis, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk proteksi pemerintah terhadap kesehatan publik.
"Kami ingin memastikan warga OKI tidak perlu was-was. Melalui pengawasan ini, kita menjamin bahwa takjil yang beredar benar-benar memenuhi standar kesehatan," ujar Lubis.
Ia juga mengapresiasi integritas para pedagang di Kayuagung yang tetap menjaga kualitas dagangannya dengan tidak menggunakan bahan kimia berbahaya.
Efisiensi Laboratorium Keliling
Ketua Tim Pemeriksaan sekaligus Koordinator Substansi Pemeriksaan BBPOM Palembang, Aquina Leonora, S.Si., Apt, menjelaskan keunggulan sistem jemput bola ini. Menurutnya, keberadaan mobil laboratorium memungkinkan hasil pengujian keluar dalam hitungan menit sehingga tindakan preventif bisa segera diambil jika ditemukan pelanggaran.
"Kami ingin memastikan pangan yang beredar aman dan memenuhi standar, sehingga masyarakat dapat beribadah dengan tenang tanpa khawatir terhadap risiko kesehatan," pungkas Aquina.
Pengawasan serupa direncanakan akan terus dilakukan secara berkala di berbagai titik strategis wilayah OKI sepanjang bulan Ramadan untuk menjaga konsistensi keamanan pangan di pasar-pasar takjil.
Reporter: Sihabbudin
.jpg)
Posting Komentar