Dugaan Pemotongan Gaji Sepihak di PT Elnusa Petrofin Medan Labuhan, Manajemen HRD Bungkam
MEDAN LABUHAN, MediaEkspresi.id - Sejumlah Awak Mobil Tangki (AMT) yang beroperasi di bawah naungan PT Elnusa Petrofin Fuel Terminal (FT) Medan Group menyuarakan keresahan terkait kebijakan internal perusahaan yang dinilai tidak transparan. Oknum manajemen HRD berinisial LH diduga kuat melakukan pemotongan upah dan uang ritase para pengemudi secara sepihak tanpa memberikan rincian yang jelas.
Berdasarkan investigasi di lapangan pada Jumat (06/03/2026), praktik ini dialami oleh mayoritas pengemudi, termasuk di antaranya Ad (43), Fy (40), dan In (45). Mereka mengaku upah yang diterima setiap bulannya sering kali tidak sesuai dengan beban kerja yang telah dilaksanakan.
Transparansi Slip Gaji Dipertanyakan
Persoalan utama yang mencuat adalah ketiadaan transparansi administrasi. Para pengemudi mengungkapkan bahwa selama ini mereka tidak pernah menerima slip gaji maupun slip ritase sebagai bukti sah rincian pembayaran.
Kondisi ini diduga telah berlangsung lama dan memicu kecurigaan adanya praktik pungutan liar atau manipulasi hak pekerja oleh oknum di jajaran manajemen.
"Setiap bulan selalu ada potongan, tapi dasarnya tidak jelas. HRD (LH) tidak pernah memberikan penjelasan. Kami bekerja tanpa kepastian hak karena slip gaji dan ritase tidak pernah diberikan," ujar salah seorang supir AMT yang meminta identitasnya dirahasiakan demi keamanan kerja.
Tindakan ini ditengarai melanggar Peraturan Pemerintah Nomor 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan, yang mewajibkan pengusaha memberikan bukti pembayaran upah yang memuat rincian lengkap untuk setiap pekerja.
Sikap Arogan dan Upaya Konfirmasi yang Tertutup
Selain masalah finansial, para pekerja turut mengeluhkan sikap LH yang dinilai arogan dalam merespons keluhan bawahan. Alih-alih mendapatkan solusi, para pekerja justru merasa diintimidasi oleh kebijakan yang dianggap otoriter.
Upaya konfirmasi telah dilakukan oleh awak media kepada LH (Liza) selaku pihak HRD PT Elnusa Petrofin. Namun hingga berita ini diturunkan, tidak ada respons yang diberikan. Panggilan telepon tidak dijawab, dan terdapat dugaan pemblokiran nomor kontak terhadap awak media yang mencoba melakukan klarifikasi.
Desakan Evaluasi kepada Direksi dan Pertamina
Menyikapi polemik ini, para pengemudi mendesak Direktur Utama PT Elnusa Petrofin untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja manajemen HRD di Fuel Terminal Medan Group.
Mereka juga meminta PT Pertamina Patra Niaga, selaku pemberi kontrak distribusi BBM di wilayah Sumatera Utara, untuk turun tangan mengawasi kesejahteraan para pejuang energi di lapangan.
"Kami hanya meminta transparansi. Jangan sampai reputasi Pertamina tercoreng oleh oknum yang merugikan hak-hak kecil kami. Kami butuh klarifikasi resmi agar tidak terjadi kegaduhan berkepanjangan di lingkungan kerja," tegas perwakilan supir tersebut.
Sampai saat ini, pihak manajemen pusat PT Elnusa Petrofin belum memberikan pernyataan resmi terkait tudingan pemotongan gaji dan ketiadaan slip gaji tersebut.
Reporter: Hendra Syahputra
.jpg)

Posting Komentar