Cuaca Ekstrem Melanda Utara Jawa, Ratusan Nelayan Pemalang Terpaksa Parkir Kapal
PEMALANG, MediaEkspresi.id – Cuaca ekstrem berupa angin kencang dan gelombang tinggi yang melanda perairan Laut Utara Jawa dalam beberapa bulan terakhir memicu dampak serius bagi sektor perikanan. Ratusan nelayan di Pelabuhan Tanjungsari, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, kini terpaksa menganggur akibat kondisi alam yang tidak menentu.
Kondisi ini tidak hanya melumpuhkan aktivitas ekonomi di pelabuhan, tetapi juga memukul ketahanan pangan rumah tangga para nelayan. Banyak dari mereka kini kehilangan penghasilan utama untuk memenuhi kebutuhan dapur sehari-hari.
Keluhan Keluarga Nelayan
Nur Hasanah, salah satu istri nelayan setempat, mengungkapkan keluh kesahnya menghadapi situasi sulit ini. Menurutnya, suaminya sudah tidak melaut selama hampir empat bulan.
"Sudah hampir 4 bulan suami saya menganggur tidak melaut karena cuaca buruk. Kami kesulitan uang belanja karena tidak ada pemasukan sama sekali. Sampai sekarang, saya juga belum pernah menerima bantuan dari pemerintah," ujar Nur saat dikonfirmasi pada Rabu (11/3).
Dermaga Lumpuh, Operasional Tidak Sebanding
Berdasarkan pantauan langsung di Pelabuhan Tanjungsari, nampak ratusan kapal nelayan hanya bersandar di dermaga tanpa aktivitas. Mayoritas pemilik kapal memilih menghentikan operasional karena risiko keselamatan yang sangat tinggi di tengah laut.
Selain faktor nyawa, kalkulasi ekonomi juga menjadi pertimbangan. Hasil tangkapan yang diprediksi minim di tengah cuaca buruk dianggap tidak sebanding dengan tingginya biaya logistik dan bahan bakar yang harus dikeluarkan. Akibatnya, pasokan ikan ke Tempat Pelelangan Ikan (TPI) setempat pun menurun drastis.
Upaya Bertahan di Tengah Ketidakpastian
Untuk mengisi waktu luang selama menganggur, sebagian nelayan hanya bisa melakukan perawatan rutin seperti memperbaiki jaring atau mengecat badan kapal. Namun, ada pula yang mulai mencoba peruntungan meski cuaca belum sepenuhnya stabil.
Zanu (35), seorang nelayan yang baru akan mencoba kembali melaut setelah empat bulan libur, berharap kondisi di tengah laut lebih bersahabat hari ini.
"Hari ini kami coba persiapan untuk berangkat. Mudah-mudahan cuacanya aman dan hasil tangkapannya lumayan untuk menutup kebutuhan," tuturnya singkat.
Hingga berita ini diturunkan, cuaca buruk yang ditandai dengan gelombang tinggi dan angin kencang masih menjadi faktor utama penghambat aktivitas melaut. Para nelayan berharap ada perhatian lebih dari pemerintah daerah, baik berupa bantuan sosial maupun solusi bagi masyarakat pesisir yang terdampak anomali cuaca ini.
Reporter: Ragil
.jpg)
Posting Komentar