Cuaca Buruk dan Gelombang Tinggi Picu Lonjakan Harga Ikan Laut di Pantura
PEMALANG, MediaEkspresi.id – Gelombang tinggi dan cuaca buruk yang melanda perairan utara Jawa dalam beberapa pekan terakhir berdampak signifikan terhadap sektor perikanan. Kondisi ekstrem ini memicu kelangkaan stok yang berujung pada lonjakan harga berbagai jenis ikan laut segar di wilayah pesisir Jawa Tengah, khususnya Pemalang dan Tegal.
Hingga memasuki pertengahan Maret 2026, harga ikan di pasar tradisional tercatat mengalami kenaikan rata-rata sebesar Rp5.000 hingga Rp10.000 per kilogram. Bahkan, untuk beberapa komoditas tertentu, kenaikan harga mencapai hampir 100% dari harga normal.
Pasokan Menipis, Harga Cumi dan Kembung Melejit
Nadiroh (45), salah seorang pedagang ikan segar di Pemalang, mengungkapkan bahwa para pedagang kini kesulitan mendapatkan pasokan akibat minimnya nelayan yang melaut.
"Harga cumi-cumi melonjak drastis, dari sebelumnya Rp70.000 kini mencapai Rp80.000 hingga Rp90.000 per kilogram. Ikan kembung yang biasanya Rp30.000 juga naik menjadi Rp40.000 per kilogram. Hampir semua jenis ikan naik," ujar Nadiroh saat ditemui pada Jumat (13/3).
Ia menambahkan bahwa banyak pembeli yang terkejut dengan perubahan harga yang tiba-tiba ini. Kelangkaan stok di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) lokal bahkan memaksa para pedagang untuk mencari pasokan dari luar kota guna memenuhi permintaan konsumen.
Stok Turun hingga 50 Persen
Faktor cuaca yang tidak menentu menyebabkan penurunan pasokan ikan di pasar hingga 50%. Beberapa jenis ikan favorit seperti tenggiri, kakap merah, dan dorang bahkan sering mengalami kekosongan stok sama sekali.
Sebagai langkah antisipasi untuk menyiasati kekosongan ikan segar, sebagian pedagang terpaksa beralih menjual ikan hasil penyimpanan suhu rendah (frozen fish). Meski demikian, minat masyarakat terhadap ikan segar tetap tinggi sehingga tekanan harga sulit dihindari.
Reporter: Ragil
.jpg)

Posting Komentar