Telusuri
24 C
id
  • Home
  • Peristiwa
  • Pedidikan
  • Hiburan
    • All
    • Gaya Hidup
    • Media Sosial
    • Selebritas
    • Kesehatan
  • Teknologi
    • Video
MEDIA EKSPRESI
Telusuri
MEDIA EKSPRESI
Buy template blogger
Beranda Opini Antara Cari Uang dan Urus Anak: Emansipasi atau Jebakan Beban Ganda Perempuan di Pelosok Lombok?
Opini

Antara Cari Uang dan Urus Anak: Emansipasi atau Jebakan Beban Ganda Perempuan di Pelosok Lombok?

MEDIA EKSPRESI
MEDIA EKSPRESI
19 Mar, 2026 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp


LOMBOK TENGAH, MediaEkspresi.id
– Fenomena perempuan di pelosok Lombok yang turun ke sawah sejak fajar atau memanggul dagangan ke pasar sering kali dipandang sebagai potret kemajuan ekonomi. Namun, di balik narasi kemandirian tersebut, terselip realitas pahit mengenai "beban ganda" yang menghimpit ruang hidup perempuan.

Kepala Bidang (Kabid) Pemberdayaan Perempuan Aliansi Perempuan Indonesia (API) Lombok Tengah (Loteng) memberikan sorotan tajam terhadap kondisi ini pada Kamis (19/03/2026). Menurutnya, apa yang selama ini disebut sebagai emansipasi sering kali justru menjadi jebakan yang melelahkan bagi kaum ibu di pedesaan.

Beban Domestik yang Tak Pernah Usai

Bagi mayoritas perempuan di desa, izin untuk bekerja tidak menghapuskan kewajiban tradisional mereka di rumah. Setelah seharian bekerja secara fisik di bawah terik matahari, mereka tidak langsung beristirahat.

"Setelah pulang kerja, mereka masih harus memasak, mencuci, membersihkan rumah, hingga mengurus anak. Waktu istirahat menjadi kemewahan yang hampir tidak pernah mereka rasakan," ungkap Kabid Pemberdayaan Perempuan API Loteng.

Kondisi ini diperparah oleh keterbatasan infrastruktur di wilayah pelosok. Akses air bersih yang sulit dan minimnya peralatan rumah tangga modern memaksa perempuan melakukan pekerjaan domestik secara manual, yang menguras energi dari pagi hingga malam.

Ketimpangan Peran dan Standar Sosial

Masalah utama yang disoroti adalah standar sosial yang masih menempatkan perempuan sebagai penanggung jawab tunggal urusan domestik. Di sisi lain, peran laki-laki dalam urusan rumah tangga masih dipandang hanya sebatas "membantu", bukan sebagai tanggung jawab kolektif.

Stigmatisasi: Perempuan kerap disalahkan jika kondisi rumah tidak ideal atau anak dianggap kurang terurus.

• Redefinisi Emansipasi: Emansipasi selama ini hanya dimaknai sebatas kebebasan bekerja, tanpa adanya pembagian peran yang adil di dalam rumah.

• Ketangguhan yang Semu: Mengagungkan ketangguhan perempuan tanpa memberikan solusi sistemik dinilai hanya melanggengkan ketidakadilan.

Menuju Emansipasi Sejati

API Lombok Tengah menekankan bahwa emansipasi sejati baru bisa terwujud jika terjadi perubahan cara pandang di tingkat keluarga dan masyarakat. Perlu ada kesepahaman antara suami dan istri untuk berbagi tanggung jawab secara proporsional, baik di ruang publik maupun domestik.

"Perempuan di pelosok Lombok bukanlah simbol ketangguhan tanpa batas. Mereka adalah manusia yang memiliki keterbatasan dan butuh dukungan. Kekuatan keluarga seharusnya dibangun dari kerja sama yang saling menguatkan, bukan dari satu pihak yang menanggung segalanya," tegasnya.

Diharapkan, dengan adanya edukasi yang masif mengenai keadilan gender di tingkat akar rumput, perempuan di Lombok tidak lagi "berjalan sendirian" dalam memikul beban kehidupan, melainkan didukung oleh sistem, budaya, dan pasangan yang adil.


Reporter: Hariadin

Via Opini
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar


Stay Conneted

twitter Follow
instagram Follow
pinterest Follow

Featured Post

Kebakaran Hebat Landa PT Agro Jaya Perdana Martubung, Armada Gabungan Diterjunkan

MEDIA EKSPRESI- 22.00.00 0
Kebakaran Hebat Landa PT Agro Jaya Perdana Martubung, Armada Gabungan Diterjunkan
MEDAN, MediaEkspresi.id – Fasilitas industri milik PT Agro Jaya Perdana yang berlokasi di Jalan KL Yos Sudarso, Simpang Cingwan, Kelurahan Martubung, Kecamata…

Most Popular

Sembunyikan Hasil Curian di Semak-semak, Dua Pencuri Sawit di Nagan Raya Diringkus Polisi

Sembunyikan Hasil Curian di Semak-semak, Dua Pencuri Sawit di Nagan Raya Diringkus Polisi

11.27.00
Modus Sembunyikan Sabu di Mesin Cuci, Pria di Nagan Raya Diringkus Satresnarkoba

Modus Sembunyikan Sabu di Mesin Cuci, Pria di Nagan Raya Diringkus Satresnarkoba

12.48.00
Buron Kasus Pengeroyokan, Satu dari Tiga DPO Polres Nagan Raya Menyerahkan Diri

Buron Kasus Pengeroyokan, Satu dari Tiga DPO Polres Nagan Raya Menyerahkan Diri

11.20.00

Recent Comments

Viral Sepekan

Sembunyikan Hasil Curian di Semak-semak, Dua Pencuri Sawit di Nagan Raya Diringkus Polisi

Sembunyikan Hasil Curian di Semak-semak, Dua Pencuri Sawit di Nagan Raya Diringkus Polisi

11.27.00
Modus Sembunyikan Sabu di Mesin Cuci, Pria di Nagan Raya Diringkus Satresnarkoba

Modus Sembunyikan Sabu di Mesin Cuci, Pria di Nagan Raya Diringkus Satresnarkoba

12.48.00
Buron Kasus Pengeroyokan, Satu dari Tiga DPO Polres Nagan Raya Menyerahkan Diri

Buron Kasus Pengeroyokan, Satu dari Tiga DPO Polres Nagan Raya Menyerahkan Diri

11.20.00

Berita Terpopuler

Dinilai Diskriminatif, Alokasi Dana Hibah Lombok Tengah 2026 Menuai Protes Keras Puluhan Ormas

Dinilai Diskriminatif, Alokasi Dana Hibah Lombok Tengah 2026 Menuai Protes Keras Puluhan Ormas

11.23.00
Merawat Jati Diri Bangsa: IPSI Lampung Gelar Latihan Gabungan Pencak Silat Tradisi di Situs Bersejarah

Merawat Jati Diri Bangsa: IPSI Lampung Gelar Latihan Gabungan Pencak Silat Tradisi di Situs Bersejarah

09.22.00
Transformasi Green Correctional: Lapas Cipinang Olah Limbah MLP Jadi Produk Bernilai Ekonomi

Transformasi Green Correctional: Lapas Cipinang Olah Limbah MLP Jadi Produk Bernilai Ekonomi

11.36.00

Halaman

  • Beranda
  • Redaksi
  • Disclaimer Mediaekspresi.id
  • Pedoman Media Siber
MEDIA EKSPRESI

Mediaekspresi.id

Mediaekspresi.id menyajikan berita terkini, aktual dan terpercaya sebagai referensi informasi lokal dan nasional.

Kontak: redaksi.mediaekspresi@gmail.com

Follow Us

© mediaekspresi by Mustafid
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Advertisement
  • Redaksi