Wajah Rindu Alam Kini Terluka: Dari Destinasi Primadona Menuju Kerusakan Lingkungan
TAPANULI TENGAH, mediaekspresi.id – Kawasan wisata Rindu Alam yang terletak di Kelurahan Sibuluan Nauli, Kecamatan Pandan, Tapanuli Tengah, kini berada dalam kondisi memprihatinkan. Objek wisata yang dahulu menjadi kebanggaan masyarakat Sumatera Utara ini mengalami perubahan drastis akibat aktivitas manusia dan bencana alam.
Kejayaan yang Memudar
Secara geografis, aliran sungai di Rindu Alam berhulu dari pegunungan yang mengalir menuju dataran rendah hingga bermuara di pesisir pantai Kelurahan Lubuk Tukko. Pantauan tim di lapangan pada Jumat (06/02/2026), sisa-sisa keindahan masa lalu masih terlihat, namun tak lagi sama.
Dahulu, hampir di sepanjang aliran sungai ini menjadi destinasi wisata keluarga yang sangat populer. Airnya yang jernih dan suasana alam yang asri menjadikannya pilihan utama bagi warga lokal maupun wisatawan luar daerah untuk sekadar mandi maupun bersantai.
Dampak Galian dan Banjir Bandang
Transformasi negatif ini disinyalir mulai terjadi seiring masifnya aktivitas galian di sejumlah titik sepanjang aliran sungai. Kegiatan tersebut secara perlahan merubah ekosistem dan estetika sungai yang dulunya alami.
Kondisi ini diperparah oleh musibah banjir bandang hebat yang menghantam kawasan tersebut pada Selasa, 25 November 2025 lalu. Dampak dari bencana tersebut masih terasa hingga saat ini:
• Kualitas Air: Aliran sungai yang biasanya bening kini tampak keruh dan belum menunjukkan tanda-tanda pulih.
• Infrastruktur Lumpuh: Aksesibilitas terganggu akibat sejumlah titik pada ruas jalan di kawasan ini hancur diterjang longsor.
• Ekosistem Rusak: Wajah sungai berubah drastis akibat sedimentasi dan pergeseran material pasca-banjir.
Hingga berita ini diturunkan, kawasan Rindu Alam membutuhkan perhatian serius dari pemerintah daerah dan pihak terkait untuk pemulihan infrastruktur serta normalisasi lingkungan agar fungsi ekologis dan potensi wisatanya dapat kembali dinikmati masyarakat.
Reporter: AP
Editor: Ata Priatna

Posting Komentar